PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - WALHI Sulsel merespons kondisi Kota Makassar yang saat ini sangat gampang diserang atau dikepung banjir.
Melihat hal ini, WALHI Sulsel meminta agar Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wali Kota Makassar Danny Pomanto mulai berpikir untuk menyusun agenda mitigasi dan juga program yang bisa mengatasi banjir di Kota Makassar.
"Pemerintahan ini harus belajar, Andi Sudirman harus belajar, berhenti melanjutkan reklamasi di Lae-lae, karena dampaknya bisa lebih besar," ujar Direktur WALHI Sulsel Muhammad Al Amin, Rabu (15/2/2023).
Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Latih Ratusan Warga Parepare Tanggap Bencana dan Kebakaran
"Untuk ruang terbuka hijau kita meminta kepada pemerintah Danny Pomanto untuk berani melakukan memoratorium perluasan alih fungsi lahan terbuka hijau untuk kegiatan properti," lanjut Amin.
Walhi menyebutkan, salah satu alih fungsi lahan terbuka hijau yang dialihfungsikan menjadi bisnis properti berada di Tamalanrea Makassar.
Tapi dengan melakukan memoratorium, Wali Kota Makassar bisa menghentikan izin pengembangan tersebut.
Baca Juga : Munafri–Aliyah Bergerak Cepat, Drainase Diperbaiki, Genangan Diminimalisir
Amin pun menegaskan, banyak cara pihak Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar untuk bisa mendapatkan pendapatan asli daerah (PAD) tanpa harus melakukan konsesi lahan yang tadinya lahan terbuka hijau menjadi lahan untuk bisnis-bisnis properti.
"Ada banyak bisnis-bisnis yang di tingkat dan dikerjakan yang ramah lingkungan selain mengkonsensi lahan hingga mengancam keselamatan masyarakat," katanya.
Ia menegaskan. Wali kota juga harus berani memberi sanksi kepada para perusahan properti yang pengembang perumahan yang tidak membuat drainase yang terkoneksi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News