PORTALMEDIA.ID -- Tidak lama lagi Aljazair akan menjadi pemasok gas terbesar untuk Italia, menyusul serangkaian kesepakatan yang telah ditandatangani Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune dengan Perdana Menteri Italia Mario Draghi di istana El Mouradia, Aljir.
Ada 15 perjanjian dan dan nota kesepahaman di berbagai bidang mulai dari energi hingga pembangunan berkelanjutan, keadilan dan usaha mikro, yang ditandatangani kedua pemimpin.
Draghi mengatakan, Aljazair adalah mitra yang sangat penting bagi Italia di sektor energi, industri dan bisnis.
Baca Juga : Iran Gelar Pertemuan Tingkat Tinggi dengan Rusia dan Tiongkok, Isu Nuklir Jadi Fokus Utama
Tidak hanya itu, Aljazair juga mitra dalam perang melawan kriminalitas, dan dalam mencari perdamaian dan stabilitas di Mediterania.
"Bahkan Aljazair telah menjadi pemasok gas terbesar bagi Italia dalam beberapa bulan terakhir," katanya, seperti dikutip dari AFP.
Italia membeli sebagian besar gas alamnya dari luar negeri, dengan sekitar 45 persen impornya secara historis berasal dari Rusia. Sementara, Aljazair adalah pengekspor gas terbesar Afrika dan memasok sekitar 11 persen dari gas alam yang dikonsumsi di Eropa.
Baca Juga : Medvedev Sebut Sejumlah Negara Siap Pasok Senjata Nuklir ke Iran, Peringatkan AS soal Perang Besar
Impor gas Aljazair ke Italia bukanlah hal baru. Negara Maghreb itu telah mengekspor sejumlah besar sekitar 6,4 miliar meter kubik gas Aljazair selama kuartal pertama tahun 2021, 109 persen lebih banyak dari tahun sebelumnya.
Sejak sanksi Eropa diluncurkan untuk bahan bakar Rusia, Italia mengalihkan pasokannya kepada Aljazair, yang secara historis adalah pemasok terbesar kedua.
Draghi sebelumnya mengunjungi Aljir pada bulan April, ketika dia membuat kesepakatan untuk secara progresif meningkatkan pengiriman melalui pipa Transmed hingga sembilan miliar meter kubik per tahun pada 2023-2024.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News