PORTALMEDIA.ID -- Imbauan jelang masuknya bulan Ramadan telah dikeluarkan oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat. Mereka menghimbau agar seluruh masjid membersihkan diri dari kepentingan politik.
"Karena pada Ramadan ini masyarakat dan bangsa sudah mulai memasuki suasana demam politik menuju Pemilu 2024, maka agar gema Ramadan dimaksimalkan untuk membangun kedamaian dan ketakwaan sehingga semua masjid, musala, langgar, dan surau agar disterilkan dari tarik-menarik kepentingan politik dan politik kepentingan yang justru akan berpotensi memecah persatuan dan keutuhan umat dan bangsa," kata Ketua Umum DMI Jusuf Kalla, Sabtu (25/2/2023).
Selain itu, DMI juga mengimbau seluruh masjid untuk memperhatikan volume dan intensitas penggunaan speaker masjid yang tidak berlebihan.
Baca Juga : Dituduh Nistakan Ajaran Kristen, Pihak JK Buka Suara: Jangan Salah Pahami Fakta Sejarah
"Agar penggunaan loudspeaker masjid dengan pengaturan suara keluar tidak berlebihan baik volume, tempo, dan intensitasnya, yaitu lima menit sebelum azan Zuhur, Asar, Magrib, Isya dan sepuluh menit sebelum azan Subuh, sedangkan kegiatan lain menggunakan sound system dalam," katanya.
Hal tersebut sesuai dengan Surat Edaran (SE) Menag Nomor 05 Tahun 2022 yang telah disepakati oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Jusuf Kalla menambahkan bahwa pada bulan Ramadan, kegiatan di masjid cenderung meningkat dibandingkan dengan biasanya.
Baca Juga : Jelang Ramadhan, DMI Bantu Masjid dan Warga Terdampak Bencana di Aceh Utara
"Hal ini karena mengingat intensitas suara loudspeaker masjid, musala, langgar, dan surau di bulan Ramadan ini akan meningkat lebih dari biasanya, sedangkan mobilitas kehidupan masyarakat tetap menuntut kebugaran dan tempo istirahat yang cukup," ujarnya.
Lebih lanjut, DMI juga meminta seluruh masjid untuk menyiapkan program tausiah islamiah yang damai. Hak ini guna menjaga persatuan umat Islam.
"Agar masjid, musala, langgar, dan surau disemarakkan dan dimakmurkan dengan menyiapkan program tausiah islamiah yang menyejukkan, memupuk persatuan dan kesatuan umat dan bangsa sejalan dengan nama fungsional masjid sebagai jami' yang berarti yang menyatukan atau yang mempersatukan umat dan bangsa," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News