PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Pengamat Ekonomi Unismuh Sutardjo Tui mengacungi jempol program investasi yang kelola oleh Pemerintah Provinsi Sulsel.
Menurutnya, investasi di Sulsel sudah mulai bagus. Seiring penyerapan besar-besaran investor dari berbagai kalangan oleh Pemprov.
"Beberapa proyek sektor riil sudah mulai jalan saya lihat, seperti kereta api, pelabuhan yang sedang mau dibangun. Artinya kalau investasi itu memang betul-betul masuk dan diberikan akses oleh Pemda, dipermudah izinnya akan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat," jelasnya saat dikonfirmasi potalmedia.id beberapa waktu lalu.
Baca Juga : Bantah Kenaikan Tarif, PDAM Makassar Ungkap Dasar Perhitungan Tagihan Pelanggan di Bara-Baraya
Bukan hanya itu katanya, peningkatan investasi di Sulsel juga akan menambah pajak daerah. Sehingga tidak ada tumpang tindih dari sisi ekonomi.
"Semuanya menikmati. Kalau investasi semakin meningkat maka akan meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang berimbas pada pertumbuhan ekonomi," pungkasnya.
Ini juga lanjut Sutardjo, akan mengurangi pengangguran dan pendapatan akan meningkat.
Baca Juga : Lewat Nobar Piala Dunia 2026, Pemkot Makassar Hidupkan Ekonomi UMKM di Seluruh Kecamatan
Sebelumnya diberitakan, Sepanjang tahun 2022, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan telah mengakumulasi nilai investasi sebesar Rp14,2 triliun.
Realisasi tersebut melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) senilai Rp9 triliun.
Peningkatan investasi ini terbagi atas, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp7,527 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) Rp7,527 triliun.
Baca Juga : Melinda Aksa Perkuat Kiprah Makassar di Rakernas APEKSI Lewat Program Lingkungan dan Pemberdayaan
Saat dikonfirmasi portalmedia.id, Sulkaf Latief Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulsel menjabarkan point pendukung realisasi tersebut.
"Salah satunya karena kami memang membuka keran investasi seluas-luasnya kepada para investor. Misalnya, mempermudah perizinan dan memfasilitasi seluruh kebutuhan mereka," ucapnya, Kamis (23/02).
Hasil realisasi ini, juga berhasil menyerap 13.035 orang tenaga kerja. Yang terdiri dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI) 12.874 orang dan Tenaga Kerja Asing (TKA) 161 orang.
Keberhasilan pemerintah membangun kepercayaan investor, lanjut Sulkaf, memperkuat target investasi di tahun 2023.
"Untuk tahun ini (2023) kami menargetkan nilai investasi sebesar Rp10,7 triliun," bebernya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
