PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR -- Ketua DPRD Luwu Timur (Lutim) Aripin belakangan ramai diperbincangkan karena tertangkap kamera menolak bersalaman dengan salah seorang warga saat hendak memasuki kantornya. Rekaman video perilakunya itu viral di sosial media.
Video dengan durasi 24 detik itu beredar luar jagat sosial media dengan narasi menyebutkan bahwa ketua DPRD Kabupaten Luwu Timur menolak berjabat tangan dengan warga. Dari video tersebut dapat dilihat Aripin dengan setelan jas yang baru saja turun dari mobil berjalan ke gedung DPRD Lutim.
Ia tampak terburu-buru menuju pintu masuk dan berisisan dengan seorang warga menyodorkan tangannya kea rah Aripin untuk mengajak berjabat tangan.
Baca Juga : Miliki Banyak Tanah, Harta Kekayaan Ketua DPRD Lutim Capai Rp4,4 Miliar
Namun Aripin justru menggerakkan tangannya ke belakang seolah menolak untuk berjabat tangan dengan warga tersebut.
Dalam klarifikasinya terkait peristiwa ini Aripin mengatakan jika dirinya tidak tahu ada warga yang ingin salaman dengannya karena sedang terburu-buru.
"Pada saat itu saya betul tidak memperhatikan sahabat saya Arif, mau berjabat tangan dengan saya kerana waktu itu saya sedang terburu-buru masuk ke gedung,” ucap Aripin. Dikutip pada laman resmi DPRD Lutim, Kamis (9/3/2023)
Baca Juga : Belum Reda Soal Tolak Jabat Tangan, Arifin Bikin Heboh Karena Ganti Randis
Dengan kejadian ini, banyak yang penasaran dengan sosok Aripin dan bagaiman karir politiknya selama ini.
Aripin lahir di Lambatu pada 5 Maret 1973, di usia 50 tahun Aripin telah menjadi orang nomor satu di jajaran Legislatif Kabupaten Lutim, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Ia menempuh pendidikan di IAIN Alaudiin Makassar yang kini kampus tersebut berganti nama menjadi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM). Selama jadi mahasiswa, aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar.
Baca Juga : Badan Kehormatan Didesak Lakukan Sidang Etik Terhadap Ketua DPRD Luwu Timur
Aripin memulai karir sebagai Kepala Desa Bantilang, Kecematan Towuti sejak 2001 dan sukses memimpin desa tersebut selama 3 periode. Terakhir menjadi Kades pada periode 2014-2018.
Pada pilcaleg 2019, ia mencoba peruntungan dengan bergabung dan menjadi caleg Partai Golkar. Ia bertarung di Daerah Pemilihan (Dapil) IV meliputi Kecamatan Towuti, Wasuponda dan Nuha.
Bermodal pengalaman menjadi kepala desa selama 17 tahun, Aripin berhasil meraih 3.119 suara. Dia pun melanggang di DPRD Luwu Timur dengan mulus.
Baca Juga : Sikap Tolak Salaman dengan Warga, Ketua DPRD Lutim Terus Dirujak Warganet
Tak sampai di situ, Aripin sukses merebut jabatan Ketua DPD II Golkar Luwu Timur pada Musda partai ini pada tahun 2021 lalu. Dia terpilih secara aklamasi.
Kemudian dia dipercaya oleh DPP Golkar untuk mengantikan Amran Syam yang meninggal pada 12 Desember 2020 sebagai Ketua DPRD Luwu Timur. Dilantik pada 27 Januari 2022 lalu.
Terkait dengan agama yang dianut Aripin, melihat histori pendidikan dan beberapa sumber terkait meyakini bahwa ia memeluk agama Islam.
Hingga saat ini Aripin masih jadi bahan perbincangan di semua platform media sosial, tak sedikit melontarkan kritik kepada anggota dewan tersebut dan menyebutnya pejabat tidak ramah dan sombong.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News