PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Sudah puluhan tahun, musisi jalanan tak memiliki rumah untuk bernaung. Karyanya nyaris disapu bagai debu jalanan, sebab pemerintah sedikit pun tak menaruh perhatian kepadanya.
Mereka, yang memiliki karya hanya mampu mengekspresikannya lewat panggung jalanan. Pemerintah seakan acuh untuk pengembangan seni dan musik di Sulsel khususnya di Kota Makassar.
Harapan demi harapan mulai dipanjatkan oleh para musisi. Kehadiran Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Sulsel seakan menjawab tanya yang terlintas selama ini.
Baca Juga : Melalui Akun Pribadi, Ilham Arief Sirajuddin Sampaikan Permohonan Maaf
Menurut Bahar Karca Penasehat Komunitas Pemusik Jalanan (KPJ) Kota Makassar, selama puluhan tahun, setelah kepemimpinan Ilham Arif Sirajuddin (IAS) sebagai Wali Kota Makassar. Mereka, para musisi tak punya wadah untuk mengembangkan seni.
"Kini patut kami syukuri, musisi jalanan akhirnya punya rumah. Hadirnya PAPPRI memberikan kami semangat. Kami akan melebarkan saya dan menghidupkan karya musisi jalanan di Makassar," ucapnya saat dikonfirmasi portalmedia.id, Sabtu (11/03).
Bahar yang telah mengenal IAS sejak jadi Wali Kota Makassar mengaku salut atas dedikasi yang dimilikinya. Kepemimpinan IAS katanya, bisa menyatukan seluruh pegiat musik dan seni di Makassar dan Sulsel.
Baca Juga : Menjelang Musda, Taufan Pawe–IAS Sepakat Jaga Etika dan Hindari Polarisasi di Tubuh Golkar
"Kembalinya ia sebagai pemimpin, membakar semangat kami. Panggung ekspresi akan hadir kembali untuk masyarakat," pungkasnya.
Harapan Bahar, kini dan nanti, bahwa pemimpin Sulsel, harus dinahkodai oleh seseorang yang bisa menyatukan dan tidak menutup ruang ekspresi seni dan musik.
"Semoga pemimpin yang terpilih nanti (Gubernur) Sulsel bisa lebih meningkatkan kesenian dan kebudayaan Sulsel. Bukan seperti sekarang ini yang hanya bisa membuat seni dan musik kaya mati suri," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News