PORTAL MEDIA.ID, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar menyiapkan lima ribu hektar lahan untuk proyek reklamasi yang direncakana akan menjadi kawasan mitigasi bencana.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Makassar, Danny Pomanto saat konferensi pers Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Pemerintah Kota Makassar di Hotel Four Point, Senin (14/03/2023).
Pada Rakorsus ini, Danny mengundang beberapa tokoh yang gemar melontarkan kritik padanya di media sosial (Medsos) terkait kebijakannya dalam menangani banjir di Kota Makassar yang tiap tahunnya dirasa semakin parah, salah satunya perwakilan organisasi non profit Walhi yang fokus membahas masalah lingkungan.
Baca Juga : Kolaborasi Internasional Warnai F8, Danny Ingin Jadikan Festival Arena Permanen
Danny mengatakan konsep reklamasi mitigasi muncul karena terbukti di negara-negara yang telah melakukan reklamasi mitigasi tersebut seperti Dubai, Singapura yang berhasil menahan kenaikan air laut untuk masuk ke darat.
Dirinya mengungkapkan Pemerintah Kota Makassar telah menyiapkan 5 ribu hektar lahan untuk kawasan reklamasi yang berbasis mitigasi bencana.
Reklamasi sendiri, kata Danny, terbagi berdasarkan kegunaannya seperti Makassar New Port merupakan reklamasi untuk kebutuhan ruang dan perairan. Lalu, reklamasi Pantai Losari itu untuk kebutuhan mitigasi.
"Kami punya perencanaan 5 ribu hektare kawasan reklamasi berbasis mitigasi, jadi ini bukan reklamasinya berdiri sendiri tetapi berbasis mitigasi bencana," ujar Danny
Danny menyebutkan adanya reklamasi dapat menahan naiknya air laut ke daratan, contohnya di Kawasan Center Point Of Indonesia (CPI) di Jalan Metro Tanjung Bunga Makassar, memiliki ketinggian 4 meter dapat melindungi dari banjir rob hingga 200 tahun.
Sedangkan, Banjir rob yang terjadi di sekitar Kecamatan Tallo dan Ujung tanah terjadi akibat tidak adanya reklamasi di area tersebut yang dapat menahan air laut.
"Apa maksudnya berbasis mitigasi bencana? Seperti di CPI ketinggiannya ada 4 meter dari minci level namanya. Itu artinya kita bisa memproteksi hingga 200 tahun kalau ada rob bisa tertahan disitu. Coba kita lihat rob yang ada di Makassar itu sekitar Tallo dan Ujung Tanah yang mengalami rob. Kenapa? Karena disitu tidak ada reklamasi," Terang Danny.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News