0%

Iklan top-billboard-article-desktop

Sabtu, 18 Maret 2023 11:37

Soal Dugaan Kasus Pelecehan Mahasiswa Laki-laki di Kampus UIN Alauddin, Dekan FSH Angkat Bicara

Penulis : Irham Syahril
Editor : Azis Kuba
Soal Dugaan Kasus Pelecehan Mahasiswa Laki-laki di Kampus UIN Alauddin, Dekan FSH Angkat Bicara
ist

SS bukan sebagai tenaga kependidikan UIN Alauddin Makassar, dia hanya seorang pekerja lepas

PORTALMEDIA.ID, GOWA - Kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi di kampus UIN Alauddin Makassar beberapa waktu belakangan menjadi perbincangan.

Pelaku SS diduga melakukan tindakan tak senonoh kepada 9 korban yang merupakan mahasiswa laki-laki. Pelaku kini telah diberhentikan pihak kampus sebagai pengelola website Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Alauddin Makassar.

Dekan FSH, Prof Muhammad Muammar Bakry sangat menyayangkan jika SS benar melakukan hal yang disangkakan kepadanya.

Baca Juga : Tim Rumah Jurnal UINAM Gelar Workshop OJS

"Tentu pihak korban berhak untuk melakukan proses lebih lanjut," kata Prof Muhammad Muammar Bakry dalam keterangan resminya yang diterima portalmedia.id, Jumat (17/3/2023).

Namun, Ia juga sangat menyayangkan jika SS tidak melakukan hal tersebut lalu aib itu diumbar di media. Tentu sangat merusak nama baik lembaga kampus.

"Seharusnya tetap menjaga asas praduga tak bersalah, nanti setelah terbukti secara hukum, jika dibutuhkan keterangan bisa disampaikan," tulisnya dalam keterangannya.

Baca Juga : Siapkan Dana Rp699 Miliar, BRIN Nantikan Proposal Peneliti Seluruh Indonesia

Prof Muammar juga mengatakan bahwa SS bukan sebagai tenaga kependidikan UIN Alauddin Makassar, dia hanya seorang pekerja lepas (freelancer) yang dilibatkan fakultas dalam kegiatan berdasarkan Surat Keputusan (SK) kepanitiaan.

"Penting diketahui, SS bukan staf/pegawai/honorer UIN Alauddin Makassar, tetapi freelancer yang dilibatkan oleh Fakultas dalam kegiatan-kegiatan dengan Surat Keputusan (SK) Kepantiaan yang bersifat Ad-Hoc," sambungnya.

SK ini sifatnya Ad-Hoc dan telah dicabut pihak fakultas. Selain itu, SK ini hanya bersifat sementara dan diperuntukkan kepada mahasiswa yang dibutuhkan kemampuannya.

Baca Juga : Seminar Nasional Ilmu Politik UIN Alauddin Hadirkan Wakil Komisaris Bank Mandiri Bahas Ekopol Era Digital

"SK yang bersangkutan itu telah kami cabut. Karena sifatnya memang sementara dan hanya jika diperlukan untuk membantu kegiatan. Sebagaiamana halnya jika ada mahasiswa yang kemampuannya dibutuhkan maka akan dimasukkan dalam kepanitiaan kegiatan melalui SK," jelasnya.

Prof Muammar menuturkan SK tersebut digunakan sesuai kebutuhan dan bisa berubah sewaktu-waktu. Sehingga, pihak UIN mengklaim tidak ada asas pelaku SS diberhentikan secara hormat atau tidak hormat.

"SK ini dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebutuhan tenaga, bukan permanen seperti staf/pegawai honorer pada umumnya. Sehingga tidak ada dasarnya diberhentikan dengan hormat dan atau tidak hormat," tegasnya.

Baca Juga : Danny Pomanto Sharing Transformasi Kepimpinan Era 5.0 ke Ribuan Mahasiswa UIN

Penulis: Irham

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp 0811892345. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape

karangan bunga makassar

Berikan Komentar