0%
Kamis, 23 Maret 2023 14:51

Sudah Sebulan Lebih, Pilot Susi Air Belum Dibebaskan

Editor : Redaksi
Syarief Hasan
Syarief Hasan

Polisi bersama TNI harus bekerja bersama, menyelesaikan persoalan ini. Jangan sampai ulah terorisme di Papua ini semakin menjadi.

PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - Sejak disandera kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB/OPM) pada 7 Februari 2023 lalu, Pilot Susi Air Kapten Philips Max Mehrtens belum juga dibebaskan.

Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan, merasa prihatin terhadap berlarutnya penyanderaan yang belum ada tanda-tanda akan selesai. Meski begitu, ia juga mengapresiasi sikap tegas panglima TNI, Laksamana TNI Yudho Margono, menolak bantuan asing menangani persoalan ini.

Karena itu, menurut Syarief Hasan, maka sewajarnya Panglima juga harus berani menetapkan deadline, kapan penyanderaan terhadap Pilot Susi Air ini akan diselesaikan. Bukan membiarkan kasus tersebut berkepanjangan.

Baca Juga : Usai Bebas Dari OPM, Pemerintah Indonesia Resmi Serahkan Pilot Susi Air ke Negara Asalnya

"Saya dengar Polri dan TNI kita sedang bekerja. Tetapi masyarakat juga perlu tahu, kapan hasilnya akan diketahui, karena informasi seperti ini juga perlu dikomunikasikan kepada masyarakat," kata Syarief Hasan, Kamis, 23 Maret 2023.

Deadline dan target penyelesaian masalah tersebut, kata Syarief Hasan, sangat penting. Karena jika dibiarkan, ulah KKB akan semakin meresahkan masyarakat. Pemerintah harus lebih tegas lagi, agar tidak terjadi kerugian yang semakin besar.

"Polisi bersama TNI harus bekerja bersama, menyelesaikan persoalan ini. Jangan sampai ulah terorisme di Papua ini semakin menjadi. Mereka sudah membuat rakyat tersakiti, keamanan terganggu bahkan keutuhan bangsa ikut terancam," ungkap Syarief Hasan.

Baca Juga : OPM Bebaskan Pilot Susi Air Phillip Mehrtens Setelah 1,5 Tahun Disandera

Menurut anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat ini, pemerintah sudah cukup memberi kesempatan. Tetapi, bila kesempatan untuk menyerahkan sandera, itu tak juga dituruti, Pemerintah harus bersikap tegas, tak perlu memberi waktu terlalu lama.

"Kegiatan kelompok ini sudah sangat meresahkan. Mereka melakukan kekerasan terhadap aparat dan warga masyarakat. Mereka juga menembaki pesawat. Semua itu adalah tindakan yang tak bisa ditolerir lagi," pungkasnya.

Seperti diketahui, Pilot Susi Air berkebangsaan Selandia Baru, Kapten Philips Max Mehrtens, menjadi korban penyanderaan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya. Penyenderaan itu dilakukan setelah pesawat yang dipilotinya dibakar di Bandara Paro, Nduga, Papua 7 Februari 2023 silam. (*)

Baca Juga : Kapolda Papua Sebut Ada Pihak Sengaja Gagalkan Pembebasan Pilot Susi Air

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar