PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Pengamat Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Ali Armunanto meragukan kemampuan menantu Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto (Danny) yakni dr. Udin di Pilwalkot Makassar.
dr. udin oleh Armunanto dinilai tidak memiliki kans politik untuk bertarung, dan hanya numpang nama di belakang popularitas sang mertua.
"Dia tidak ada kapasitas. Dia kan dokter, tidak pernah belajar tentang kebijakan. Tidak pernah belajar tentang kekuasaan. Dia hanya belajar tentang internal manusia. Mana ada dokter yang bisa berpolitik. Kalaupun dia berpolitik. Dia hanya mengandalkan teknik insting politik dan tidak paham tentang ilmu politiknya," jelasnya.
Baca Juga : PPP Luwu Dukung Ilham Ari Fauzan sebagai Ketua DPW PPP Sulsel
Ali juga merasa kalau PPP hanya memanfaatkan ketenaran Danny Pomanto sehingga melirik sang menantu untuk diusung di Pilwalkot 2024 mendatang.
"Mereka saling memanfaatkan. Artinya PPP mencoba mendompleng popularitas Danny dengan mengusung menantunya. Dan menantunya juga memanfaatkan momentum politik yang saat ini ada pada Danny Pomanto untuk menggunakan pola politik dinasti. Itu juga untuk mendapatkan kekuasaan," terangnya.
Tidak hanya itu kata Ali, dr. Udin juga telah disinyalir memiliki kemampuan finansial yang cukup untuk melakukan kampanye politik.
Baca Juga : Banding Administratif, DPLN PPP Malaysia Minta Presiden Tinjau Ulang SK Kepengurusan Mardiono
"Makanya, jika ini terjadi, PPP akan untung besar. Dia didukung oleh lingkungan wali kota yang masih menjabat. Lalu, orang tuanya dr. Udin kaya. Dia (PPP) mungkin berfikir bahwa bagus nih, bisa dimanfaatkan. Inikan persoalan momentum. Ini bukan persoalan kompetensi. Istilahnya aji mumpung," bebernya.
Apalagi katanya, saat ini, Danny masih punya kekuasaan dan sedang gencar - gencarnya juga melakukan safari politik untuk kampanye gubernurnya.
" Selain bisa meningkatkan popularitas Danny sendiri, juga akan tertular ke popularitas menantunya," tutup Ali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News