0%
Kamis, 30 Maret 2023 08:17

BKKBN Sulsel Perkuat Sinergitas Lintas Sektor Turunkan Angka Stunting

Editor : Redaksi
BKKBN Sulsel berupaya memperkuat sinergitas dan kolaborasi lintas sektor dalam upaya percepatan penurunan stunting.
BKKBN Sulsel berupaya memperkuat sinergitas dan kolaborasi lintas sektor dalam upaya percepatan penurunan stunting.

Hasil evaluasi pelaksanaan percepatan penurunan stunting Sulsel berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) memperlihatkan penurunan angka stunting kurang maksimal, hanya 0,2 persen dari 27,4 persen tahun 2021 menjadi 27,2 tahun 2022.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - BKKBN Sulsel berupaya memperkuat sinergitas dan kolaborasi lintas sektor dalam upaya percepatan penurunan stunting. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh dan kembang pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang disebabkan faktor multidimensi, sehingga membutuhkan dukungan lintas sektor.

"Kolaborasi berbagai unsur diharapkan dalam penanganan stunting baik pemerintah, komunitas, dunia usaha, akademisi dan media, sehingga penguatan jejaring kemitraan sangat penting dilakukan dalam mencapai sasaran program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting di lapangan," ungkap Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel, Andi Ritamariani, di sela-sela Rapat Koordinasi yang dilaksanakan di Swiss Bellin Hotel Panakukang, baru-baru ini.

Andi Rita menyebutkan, berbagai upaya telah dilakukan dalam mendukung pelaksanaan percepatan penurunan stunting. Diantaranya dengan membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di tingkat provinsi hingga desa kelurahan, dan membentuk Satuan Tugas Percepatan Penurunan Stunting (Satgas Stunting) di provinsi dan kabupaten kota.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Massifkan Sosialisasi Kampanye Percepatan Penurunan Stunting

"Kita telah membentuk Tim Pendamping Keluarga yang terdiri dari Bidan, Kader TP PKK dan Kader KB sebanyak 6.682 tim atau sebanyak 20.048 orang yang bertugas melaksanakan pendampingan kepada keluarga berisiko yaitu remaja sebagai calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca persalinan, anak usia dibawah dua tahun," jelasnya.

Selain itu, lanjut Andi Rita, telah dibentuk Tim Audit Kasus Stunting yang terdiri dari unsur Tim Teknis dan Tim Pakar yaitu Dokter Ahli Anak, Ahli Obgyen, Pakar Gizi dan Psikolog, yang melaksanakan tugas untuk mengidentifikasi risiko dan penyebab risiko pada kelompok sasaran berbasis surveilans data PK21.

BKKBN juga berupaya mendorong keterlibatan seluruh pihak lewat program Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS). Yaitu gerakan gotong royong seluruh elemen bangsa dalam mempercepat penurunan stunting dengan menyasar langsung keluarga berisiko stunting melalui pemberian bantuan. Data terakhir, ada sekitar 1.815 orang yang telah menjadi Bapak Bunda Peduli Anak Stunting di provinsi dan kabupaten kota.

Baca Juga : DP3A Dalduk KB Sulsel Perkuat Basis Aplikasi Inzting di 24 Kabupaten dan Kota

Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3P2KB) Provinsi Sulsel, Andi Mirna, mengatakan, kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam merumuskan kebijakan bersama terkait pelaksanaan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dan Percepatan Penurunan Stunting (PPS) di Sulsel.

"Kegiatan ini menjadi momentum bersama dalam menumbuhkan semangat dan keyakinan untuk mampu berperan menciptakan Sumber Daya Manusia yang unggul serta mewujudkan manusia yang berkualitas dan berdaya saing di Sulawesi Selatan," kata Andi Mirna.

Selanjutnya Andi Mirna menekankan kunci penanganan stunting adalah konvergensi lintas sektor antara pemangku kepentingan bersama mitra kerja terkait di seluruh tingkatan wilayah baik di provinsi, kabupaten, kecamatan hingga desa dan kelurahan.

Baca Juga : Patut Dicontoh, Ini Kunci Kabupaten Barru Turunkan Stunting di Angka 14,1 Persen

Hasil evaluasi pelaksanaan percepatan penurunan stunting Sulsel berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) memperlihatkan penurunan angka stunting kurang maksimal, hanya 0,2 persen dari 27,4 persen tahun 2021 menjadi 27,2 tahun 2022.

Untuk itu, Andi Mirna mengharapkan keterlibatan semua unsur pemerintah, swasta dan masyarakat untuk bergerak bersama bersinergi mengatasi permasalahan stunting ini. (*)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar