PORTALMEDIA.ID, JENEPONTO - Bupati Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel) Iksan Iskandar ogah memberikan restu kepada sang istri, Hamsiah Iksan maju di Pilkada Jeneponto jika hanya menjadi wakil dari Muhammad Sarif.
Iksan Iskandar mengaku tidak pernah terobsesi untuk mendorong istrinya terjun ke dunia politik. Apalagi, mengikuti kontestasi pilkada.
"Siapa bilang istri ku masuk calon, siapa yang gadang-gadang? Kalau saya mau. Tidak ada dipikiranku ibu bupati mau jadi calon, apalagi calon wakil ji?," kata Iksan Iskandar saat ditemui di kantor bupati, Senin (3/4/2023).
Menurut dia, sebagai suami ia tetap harus mendukung sang istri jika yang meminta adalah Hamsiah sendiri, namun hal itu tetap tidak akan terjadi meski ada tawaran.
Baca Juga : UKK Tahap II PKB Jaring Calon Ketua DPW Berbasis Karakter Daerah
"Merestui memang, tapi tidak pernah terfikir, tidak ada. Biar kalau mau ka? Kalau tidak mau ka? Tidak mauka. Wakil ji? Enggak," tegasnya.
Iksan mengaku dirinya tidak pernah ada niatan untuk menciptakan politik dinasti dengan mendorong keluarga apalagi istri untuk masuk ke dunia politik. Apalagi merencanakan istrinya ikut di Pilkada.
Diberitakan sebelumnya, Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jeneponto, Syamsul Kamal menilai Muhammad Syarif layak menjadi 01 jika dipaketkan dengan istri Bupati Iksan Iskandar, Hamsiah Iksan di Pilkada Jeneponto 2024 mendatang.
Baca Juga : Muswil PKB Sulsel, Appi Tekankan Kolaborasi Parpol untuk Kawal Pembangunan
Bermodalkan popularitas dan elektabilitas kadernya yang cukup tinggi, Syamsul Kamal menilai jika paket istri bupati Hamsiah Iksan dengan kadernya, Muhammad Sarif lebih layak 01 .
"Artinya, kalau memang bisa dipasangkan saya kira yah peluangnya ada. Semua yang mau berpasangan dengan Muhammad Sarif punya peluang. Karena Muhammad Sarif yang besar peluangnya 01 sehingga siapa pun yang akan berpasangan akan berpeluang," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News