PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Memasuki bulan suci ramadan fenomena pasar tumpah bermunculan di Kota Makassar. Pasar tumpah sendiri adalah pasar yang menempati bahu jalan untuk para pedagang berjualan yang biasanya berada disekitar kawasan pasar tradisional.
Merespons hal ini, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto meminta camat melakukan penataan untuk menghindari makin meluasnya pasar tumpah yang kian tidak terorganisir.
Danny, sapaannya, meminta para camat dan lurah untuk mengerahkan Laskar Pelangi untuk membantu melakukan penataan pasar tumpah tersebut.
Baca Juga : Program Makan Bergizi Gratis Tetap Jalan di Ramadhan, Ini Sasaran Utamanya
"Buktinya kemarin penjual kopiah sudah menonjol-nonjol semua, saya suruh kasih keluar. Semua penjual kelapa yang di Alauddin saya suruh kasih masuk," ujar Danny, Senin (3/4/2023).
Danny menyebut dirinya tidak melarang para pedagang untuk berjualan apalagi saat ini bulan Ramadan, tetapi mereka juga harus tertib. Pasalnya, para pedagang berjualan memakai bahu jalan dapat mengakibatkan kemacetan.
"Ini risikonya kota, kita ekonomi berkembang, seperti semut, tapi dikasih tertib, kita tidak larang orang berjualan. Ini diluar sempit jalanan, dimana hukum kota ini kalau tidak ditenggakkan sama penguasa wilayah dalam hal ini camat dan lurah," tutur Danny.
Baca Juga : Kolaborasi Internasional Warnai F8, Danny Ingin Jadikan Festival Arena Permanen
Ada pun nantinya, sambung Danny, pihaknya akan menerapkan blocking space untuk parkiran oleh Perumda Parkir Makassar dengan memberikan denda sejumlah uang Rp 50 ribu bagi pelaku usaha atau pedagang yang memakai badan jalan untuk berjualan.
Danny merespon bahwa itu memang konsep dari Blocking Space tersebut, apalagi pajak termahal adalah bahu jalan.
"Begitu konsepnya, kan bahu jalan itu adalah pajak termahal yang ada dikota-kota, seperti Tokyo dan London, progresif lagi. Contohnya jam pertama seribu, jam kedua Rp 2 ribu, jam ketiga Rp 3 ribu naik terus," tutup Danny.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News