PORTALMEDIA.ID, JENEPONTO - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, terancam krisis kader. Hal itu ditenggarai saat ini baru 5 calon legislatif (caleg) yang akan bertarung di pemilu 2024.
"Sampai hari ini belum, tapi kalau saya punya dapil Bangkala, Bangkala Barat itu baru 5 orang kita sementara cari lagi," kata Syamsul Kamal kepada Portalmedia.id belum lama ini.
Syamsul menyebut Saipul, Arifin Nyikko, Ari Abdullah, Jumriani dan Kasmiani sebagai Bacaleg.Keempat calon tersebut adalah pendatang baru alias pemula.
Baca Juga : Anggota DPR Keluhkan Beban Biaya Kampanye, Usul Pemilu Setiap Dekade
"Hanya saya sendiri petahana, kalau dapil 3 itu yang lainnya pendatang baru semua," jelasnya.
Disinggung soal penguatan mental para caleg pendatang baru itu, Syamsul mengaku pernah menjalin koordinasi.
"Eh! Sudah pernah kita lakukan koordinasi satu kali," terangnya.
Baca Juga : Suami, Istri Hingga Anak Terpilih Jadi Wakil Rakyat, Dilantik Besok
Pengamat Politik dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sukri Tamma menilai, ada beberapa faktor kemungkinan alasan atas kondisi tersebut.
Pertama kata Sukri, hal ini mungkin terkait dengan para calon yang berasal dari luar partai mungkin masih mencoba mempertimbangkan partai politik yang menurut mereka paling cocok bagi kepentingan mereka.
"Ada pun bagi kader partai sendiri, hal ini mungkin sangat terkait dengan hitung-hitungan peluang dan potensi mereka dalam upaya memenangkan kursi pada setiap jenjang kontestasi legislatif," kata Sukri Tamma kepada Portalmedia.id, Senin (10/4/2024).
Baca Juga : Golkar Kuasai 18 Persen Kursi DPR Hasil Pemilu 2024
Hal lain menurut Sukri, terkait dengan waktu yang masih panjang dalam proses pendaftaran sehingga masih menunggu saat terakhir.
"Hal ini mungkin juga terkait dengan pandangan para caleg pada potensi daya saing dan nilai jual partai politik dimana tentu ada variasi diantara partai politik berdasarkan potensi yang tergambarkan dari hasil survey partai politik selama ini," terangnya.
Menurut Sukri, salah satu aspek yang akan mendapat perhatian adalah sistem kaderisasi, mengingat kader internal seharusnya menjadikan mereka yang memenuhi daftar caleg partai.
Baca Juga : Gugatan Ditolak MK, Ini Respons Lengkap Anies-Cak Imin
"Namun tentu di sisi lain partai juga harus berbenah terkait dengan kemampuan partai politik untuk meningkatkan potensi keterpilihan calegnya sehingga juga dapat menjadi daya tarik untuk ikut mendaftar," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News