PORTALMEDIA.ID -- Ketua DPD I Golkar Sulsel, Taufan Pawe akhirnya menanggapi rencana somasi oleh tim hukum Nurdin Halid kepada dirinya. Dia mengaku siap menghadapi proses hukum tersebut.
Tim hukum Nurdin Halid, Syahrir Cakkari sebelumya menyebutkan bila gugatan hukum itu dipicu oleh pernyataan Taufan Pawe sendiri di media massa.
Taufan berkomentar kepada wartawan bahwa Nurdin Halid dibalik semua aksi mosi tak percaya pengurus DPD Golkar Sulsel. Seperti statement berbunyi “Itu silahkan saja (Kadir Halid). Buktinya kan kakaknya itu. Nurdin Halid otaknya”. Diketahui Kadir Halid, Ketua Harian Golkar Sulsel merapakan adik dari Nurdin Halid.
Baca Juga : Jika Musda Diulur, Golkar Sulsel Terancam Tak Solid di Pemilu 2029
Kemudian komentar “desakan yang menginginkan mundur itu jutru datang dari Nurdin Halid”. Juga kalimat ” Biarlah masyarakat menilai. Semua orang tahu kan siapa Nurdin Halid”.
Taufan Pawe menyatakan siap menghadapi jika statmennya dipersoalkan oleh tim hukum Nurdin Halid.
Dia mengaku siap menghadapi gugatan hukum pihak tim hukum Nurdin Halid. Menurutnya dirinya bukan orang munafik dan bukan pengecut.
Baca Juga : Muhidin Titip Golkar Sulsel ke Rahman Pina
"Saya bukan orang munafik, saya bukan orang pengecut. Itu realitas hidup saya, saya akan hadapi apapun," tambahnya.
Wali Kota Parepare ini mengatakan, pernyataannya soal 'Nurdin Halid otaki rapat pleno' kepada wartawan sebagai bentuk off the record namun ungkapan tersebut telanjur menjadi konten pemberitaan sejumlah media di Makassar.
"Saya jujur katakan kejadian ini memang sumbernya dari Pak Nurdin Halid, bahkan ada kata otaki. Saya bilang ini off the record, tapi sudah keluar (ke publik) apa boleh buat," kata Taufan Pawe kepada wartawan di Kota Makassar pada Minggu (24/7/2022).
Baca Juga : DPR Dorong Grand Design Terpadu Pemulihan Aceh–Sumatera Pasca Bencana
Taufan mengatakan rapat pleno di kantor DPD I Golkar Sulsel yang dilakukan oleh Ketua Harian Golkar Kadir Halid dilgelar di Makassar saat dirinya berada di Jakarta. Rapat pleno itu berujung keributan karena datangi kerumunan massa yang berusaha menghentikan jalannya rapat.
Taufan Pawe menilai rapat pleno kubu Kadir Halid tidak sah berdasarkan petunjuk pelaksanaan (Juklat) Nomor 4 tahun 2020. Menurutnya Juklat itu mengatur secara jelas rapat pleno hanya bisa dipimpin ketua. Kedua rapat pleno agendanya harus jelas, harus tercantum dengan baik.
"Bahkan agenda tercantum dengan baik supaya persiapan pleno cukup. Undangan pleno kemarin itu hanya undangan pleno tidak ada agendanya. Saya dikonfirmasi pengurus, saya bilang itu tidak sah. Saya di Jakarta ada agenda tidak bisa hindari. Ada dari menteri," katanya.
Taufan Pawe menyebut rapat pleno pengurus DPD I yang dipimpin Ketua Harian, Kadir Halid punya rangkaian dengan sejumlah peristiwa sebelumnya.
Baca Juga : Ditemui IAS di Jakarta, Nurdin Halid: Kita Dukung Seluruh Kader Besarkan Partai
"Sebenarnya Statement itu bersumber dari pertanyaan wartawan. Saya katakan kejadian sekarang ini adalah rangkaian kejadian yang tidak bisa dipisahkan antara satu dengan lain. Terus pertanyaan selanjutnya bagaimana tanggapan saya dengan keadaan ini. Saya katakan kader Golkar yang baik tidak mungkin saling mencederai, tidak mungkin ambil langkah inkonstitusional," jelasnya.
Atas penyataanya tersebut, Taufan Pawe mengaku siap jika kubu Nurdin Halid melayangkan somasi kepadanya.
"Sekarang kalau bicara itu mau dipersoalkan, itu mau disomasi, dalam hukum ada namanya Notoir. Saya sudah siap dengan pembelaan. Tidak menutup kemungkinan saya punya kartu truf untuk membuktikan, tapi semuanya itu saya harus katakan kepada kita, saya lebih cinta Golkar. Saya tidak mau rusak Golkar, ini kata kuncinya," lanjut Taufan Pawe.
Baca Juga : Pengamat Unhas Sebut Dukungan DPD II Golkar Bukti Munafri Diinginkan Kader Jadi Nahkoda Baru
Taufan Pawe menegaskan siap membuktikan pernyataannya jika ada pihak yang keberatan.
"Kalau saya ada keberatan, itu otaknya si A saya bisa buktikan. Dalam teori hukum ada istilah kausalitas, sebab akibat. Kalau ada asap saya harus buktikan ada api. Insyaallah saya adalah kader Golkar, saya selalu menjaga harkat, martabat, dan marwah Golkar," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News