PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama World Agroforestry Centre (ICRAF) melaksanakan Lokakarya Pelatihan Pengantar Kerangka Kerja dan Metdologi Perencanaan Pertumbuhan Ekonomi Hijau yang Berketahanan Iklim, Pangan, dan Responsif Gender di Hotel Ibis City Centre, Jalan Maipa Kota Makassar, Selasa, (11/04/2023)
Pemprov Sulsel dalam hal ini Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Sulsel dan ICRAF berkomitmen mewujudkan Green Economy atau ekonomi hijau untuk lebih mementingkan aspek lingkungan hidup dalam pembangunan daerah.
Kepala Bappelitbangda Sulsel Darmawan Bintang mengatakan bahwa Green Economy atau ekonomi hijau merupakan konsep pembangunan denga tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Hal ini juga telah menjadi kesepakatan internasional.
Baca Juga : Pemprov Sulsel Optimistis Tuntaskan Sengketa Aset Lahan Daerah pada 2026
Menurut Wawan, selama ini Pemprov Sulsel bekerja dengan hanya melihat pertumbuhan ekonomi saja tanpa melihat aspek lingkungan dan social.
“Kita harus bergerak tidak hanya memikirkan pertumbuhan ekonomi, namun bagaimana bisa memajukan kesejahteraan masyarakat, dan terutama kita harus melakukan pembangunan tanpa mengorbankan lingkungan,” ucap Wawan sapaann akrabnya.
Mendukung hal tersebut Pempov Sulsel mulai memperhatikan terkait pembiayaan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan, memperhatikan kelestarian lingkungan dan pula membangun infrastruktur yang memperhatikan aspek-aspek lingkungan.
Baca Juga : Ratusan UMKM di Sulsel Dapat Bantuan Akhir Tahun dari Pemprov
“Sebenarnya Sulsel sudah mendapatkan penghargaan di tahun 2022 berkaitan dengan perencanaan yang sudah berbasis Ekonomi Hijau dengan beberapa penilaian,” ungkap Wawan
Sementara, Conservation and Development Planning Specialist at World Agroforestry Centre (ICRAF), Feri Johana mengatakan, lokakarya pelatihan ini sebagai bagian dari proses Pemprov Sulsel menerapkan paradigma pembangunan pertumbuhan ekonomi hijau.
Diharapkan, ke depan dilaksanakan Kick Off, untuk bersama-sama pemangku kepentingan memulai proses secara formal. Seperti apa tahapan, master plan, road map, dan lain-lain.
Baca Juga : Pemkab Pinrang Terima Bantuan Pemprov Sulsel untuk Korban Angin Kencang di Larinsang
"Kami harap proses ini merupakan kelanjutan komitmen Pemprov Sulsel. Dimana Provinsi Sulsel merupakan provinsi yang komitmen dalam pembangunan berkelanjutan, dan bisa disinergikan dengan yang ada di nasional," jelas Johana.
Menurut Johana, ICRAF berkomitmen membantu proses tersebut melalui penyediaan alat bantu, perangkat kerja, metodologi dan proses fasilitasi lainnya dalam mewujudkan green ekonomi.
"Kami akan berkontribusi agar proses ini bisa berjalan lancar. Agar pengembangan blue print bisa membantu Pemprov dalam mencapai green ekonomi indeksnya," pungkas Johana.
Baca Juga : Tim Medis Pemprov Sulsel Jadi Garda Terdepan Penanganan Korban Banjir Aceh
Ia menambahka dengan adanya Lokakarya pelatihan ini mampu menjadi suatu yang besar untuk mengawali proses pembangunan di Sulsel dari aspek ekonomi social.
“Ajang untuk menyamakan persepsi terkait apa yang akan dilakukan kedepan dan mampu berkontribusi secara nyata,” tutup Johana
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News