PORTALMEDIA.ID, JENEPONTO - Beberapa komoditas pangan di Pasar Tradisional Karisa, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan mengalami penurunan harga jelang hari raya Idul Fitri 2023.
Pedagang bernama Tompo (38) mengatakan, harga cabai rawit terjun bebas dari Rp 50 ribu menjadi Rp 35 ribu per kilo, kemudian bawang merah dari harga Rp 25 ribu menjadi Rp 20 ribu.
Menurut dia, penurunan harga tersebut telah berlangsung sejak sepekan terakhir. Penyebabnya, karena produksi petani yang melimpah.
Baca Juga : Hadiri Hut Jeneponto, Bupati Bantaeng Uji Nurdin Nilai Bumi Tuareta Berkesan
"Masing-masing sudah satu minggu, mungkin belum ada pengiriman ke Kalimantan karena melimpah juga disini," ucapnya.
Berbeda dengan cabai merah besar dan bawang putih. Kedua bahan pangan ini malah mengalami kenaikan namun masih relatif terjangkau.
"Bawang putih sekarang naik menjadi Rp 33 ribu dari harga Rp 30 ribu perkilo dan sudah naik sekitar dua minggu, sedangkan cabai merah besar Rp 25 ribu per kilo yang sebelumnya Rp 15 ribu dan baru tiga hari naiknya," ungkapnya.
Baca Juga : Eks Kapolsek Mulia Tewas Ditembak KKB, Jenazah Telah Dievakuasi ke Timika
Kata Tompo, cabai merah besar diprediksi akan kembali melonjak menjelang perayaan Idul Fitri. Sebab, permintaan cabai besar akan meningkat dari luar daerah dan akan terjadi kelangkaan.
"Yang jelas satu minggu sebelum lebaran sudah ada perubahan, jadi naik harganya, karena banyak permintaan dari luar dikirim ke Kalimantan sama Papua," jelasnya.
Meski melonjak, para pembeli akan paham dengan kondisi tersebut. Apalagi, hampir seluruh bahan pangan yang dijual berasal dari produksi petani.
Baca Juga : Majelis Rakyat Papua Tagih Janji Jokowi Bangun Istana Kepresidenan di Bumi Cendrawasih
"Kalau keluhan masyarakat tidak terlalu, karena dia sudah terbiasa dengan harga naik turun toh, beda dengan bahan yang kami beli dari PT (perusahaan) susah dijelaskan ke pembeli kalau naik harganya," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News