0%
Sabtu, 15 April 2023 22:55

50 Persen Pasien Kanker Alami Masalah Finansial Setelah Jalani Pengobatan Setahun

Editor : Redaksi
Ilustrasi
Ilustrasi

Kemenkes memberikan layanan pemeriksaan gratis di Puskesmas untuk 14 jenis penyakit. Pembiayaan ini masuk dalam skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). 

PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - Studi kesehatan menunjukkan hampir 50 persen pasien kanker mengalami masalah finansial setelah menjalani pengobatan selama setahun. Studi tersebut dipaparkan oleh ASEAN Cost in Oncology (ACTION) yang menyebut seseorang bisa alami kebangkrutan karena pengobatan penyakit kanker. 

Selain itu, data Bank Dunia menunjukkan total pembiayaan kesehatan mandiri (Out of Pocket Health Expenditure) Indonesia mencapai 34.76 persen. Jauh di atas rekomendasi WHO sebesar 20 persen.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr Mohammad Syahril, mengatakan, hal ini menunjukkan bahwa dengan dukungan asuransi pun, beban biaya kesehatan yang tidak terencana tetap menjadi tantangan.

Baca Juga : Makassar Terima Penghargaan Kota Sehat dari WHO

Selanjutnya, Syahril menilai upaya untuk mendorong optimalisasi pelayanan kesehatan preventif tidaklah mudah. 

Saat ini, baru 33 persen penduduk Indonesia yang melakukan skrining penyakit tidak menular. Sedangkan sisanya atau sebanyak 70 persen pasien kanker di Indonesia baru memulai pengobatan saat memasuki stadium lanjut.

"Hal ini dapat menurunkan risiko keberhasilan pengobatan. Juga menurunkan kualitas kesehatan masyarakat," kata Syahril dalam keterangan resmi yang dikutip, Sabtu, 15 April 2023.

Baca Juga : Trump Resmi Tarik AS dari WHO dan Paris Agreement di Hari Pertama Menjabat

Karenanya, Kemenkes memberikan layanan pemeriksaan gratis di Puskesmas untuk 14 jenis penyakit. Pembiayaan ini masuk dalam skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). 

Kemenkes memfasilitasi masyarakat dengan pembiayaan tersebut agar bisa mencegah penyakit lebih awal melalui skrining kesehatan. Syahril mengatakan, upaya pencegahan atau promotif preventif merupakan strategi penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. 

"Upaya pencegahan jauh lebih efektif menjaga kesehatan daripada mengobati saat jatuh sakit. Kemungkinan tubuh tetap sehat lebih tinggi dilakukan dengan pencegahan daripada diobati," kata Syahril. (*)

Baca Juga : Tersebar di 17 Provinsi, 94 Petugas Pemilu Meninggal Dunia

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer