PORTALMEDIA.ID -- Syekh Ibrahim Yusuf, seorang ulama di Nigeria, mengimbau umat Islam untuk tidak meminjam uang demi menjalankan ibadah haji ke Tanah Suci karena bertentangan dengan prinsip agama.

Dalam Kuliah Ramadhan yang diadakan oleh Jaringan Wanita Muslim Profesional di Lagos, Syekh Yusuf menyampaikan pandangannya bahwa meminjam uang untuk haji tidaklah perlu.
Dalam ceramah bertajuk "Islam adalah Agama yang Lengkap", Yusuf menekankan bahwa tidak perlu bagi orang Islam untuk berusaha melebihi kemampuannya hanya untuk pamer.
Menurut Yusuf, agama Islam telah memiliki prinsip-prinsip yang lengkap dan tidak ada yang perlu ditambahkan.
Meminjam uang dari lembaga keuangan mikro memang bisa menjadi solusi bagi banyak orang yang ingin memulai usaha atau memenuhi kebutuhan finansial mendesak. Namun, ada juga risiko yang perlu dipertimbangkan dengan serius, seperti kemampuan untuk membayar kembali pinjaman dan besarnya bunga yang harus dibayarkan.
“Untuk beribadah kepada Allah atau pergi haji, itu jika mampu. Jangan mengambil pinjaman karena itu, ini tidak dapat diterima. Islam sebagai agama tidak mewajibkan siapa pun yang tidak mampu. Islam adalah agama yang damai dan lengkap," ujar dia.
Ada lima rukun dalam Islam yang harus dipatuhi oleh setiap muslim, tidak ada Tuhan selain Allah, sholat lima waktu, rajin membayar zakat, berpuasa selama Ramadhan dan berhaji (Makkah).
"Kunjungan ke tanah suci merupakan salah satu rukun, namun tidak wajib. Itu sukarela jika Anda memiliki biayanya, ”kata ulama itu.
Syekh Ibrahim Yusuf juga menekankan pentingnya tidak memaksakan diri untuk beribadah, termasuk dalam hal mengambil pinjaman untuk keperluan ibadah seperti umrah atau haji. Ia menyatakan bahwa jika seseorang tidak mampu secara finansial untuk menunaikan ibadah tersebut, maka tidak perlu memaksakan diri dan mengambil pinjaman.
Syekh Yusuf juga mengingatkan umat Muslim untuk membayar puasa yang terlewatkan sesuai ketentuan agama dan tidak memaksakan diri untuk berpuasa jika termasuk dalam kategori yang diberi keringanan, seperti sakit, musafir, hamil, ibu menyusui, dan lanjut usia. Namun, ia menekankan pentingnya mengganti puasa tersebut di kemudian hari.
Allah berfirman, “Agama ini telah Kuselesaikan untukmu dengan mudah, jangan memaksakan diri,” pesannya.
Yusuf mendesak umat Islam mengabdikan diri pada shalat, sedekah dan zakat bahkan setelah Ramadhan. Ramadhan hanya setahun sekali, kita harus beribadah dan berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah selama periode ini.
“Masa tersebut merupakan masa disiplin diri yang diharapkan terus dilakukan oleh setiap muslim setelah Ramadhan,” jelas dia dilansir Irham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
