PORTALMEDIA.ID,MAKASSAR - Pengamat Ekonomi Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar Sutardjo Tui menyampaikan kritikannya soal pertumbuhan ekonomi Sulsel yang tidak berdampak positif bagi tingkat kemiskinan.
Berdasarkan data yang dirangkum oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, pertumbuhan ekonomi tumbuh 5.29% melebihi pertumbuhan nasional yang hanya 5.03%.
Kata Sutardjo, capaian itu memang cukup membanggakan. Namun, yang menjadi perhatian penting, data kemiskinan di Sulsel justru meningkat.
Baca Juga : Sulsel Raih Provinsi Terbaik Pertama di Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan 2025
Misalnya di pedesaan, tingkat kemiskinan pada Maret 2022 sebesar 11.63 % menjadi 11.82% di Maret 2023. Ini yang perlu dipertanyakan katanya.
"Pertumbuhan ekonomi daerah yang tinggi memang membanggakan bagi pemerintahnya, namun menjadi ironis karena pertumbuhan bertolak belakang dengan kemiskinan yang kian merosot. Ini berarti pertumbuhan itu hanya dinikmati oleh sekolompok orang tertentu, atau hanya ada sekolompok orang tertentu yang menikmati kemakmuran atau gini ratio," jelasnya saat menghubungi portalmedia.id, Minggu malam (7/5).
Lanjut Sutardjo, jika ditelisik lebih jauh lagi,
Baca Juga : Sulsel Sabet Penghargaan Terbaik I Swasti Saba Kabupaten/Kota Sehat 2025
semakin melebar atau kurang pemisah antara kaya dan miskin, maka semakin melebar pula, bahaya yang akan terjadi kalau kesenjangan sosial makin terpuruk. Baik dari segi ekonomi maupun dari segi keamanan. Country risk pasti akan meningkat.
"Untuk itu, pemerintah musti melakukan pengawasan lebih dalam lagi. Semoga nanti dengan adanya percepatan pembangunan kereta api bisa men-suplly chan distribusi dari dan ke kota dan desa menjadi lancar dan efisien. Bisa benar-benar manfaatnya dinikmati oleh petani dan nelayan yang benar, bukan malah petani dan nelayan berdasi," ketusnya.
"Perlu diingat juga, apabila pertumbuhan ekonomi tinggi namun tidak dibarengi oleh penurunan tingkat kemiskinan, maka kapitalis liberal makin kokoh dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," tutup Sutardjo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News