Sementara itu, dilansir dari Halodoc, Makan plasenta disebut dengan istilah placentophagy. Ada dua cara untuk melakukannya, yaitu plasenta dimakan mentah-mentah di ruang bersalin atau diolah lalu dimasukkan ke dalam kapsul.
Beberapa kalangan yang mengikuti tradisi makan plasenta mempercayai bahwa aktivitas ini bisa memberikan beberapa manfaat berikut:
- Meningkatkan stamina
- Meningkatkan produksi ASI
- Mengurangi hormon stres
- Mencegah depresi pasca melahirkan
- Memperbaiki kadar zat besi dalam darah
- Membantu rahim untuk cepat kembali normal
- Membuat ibu merasa lebih dekat dengan bayinya
Baca Juga : Hasil DNA 7 Janin Dalam Tupperware Diterima, Identik Dua Tersangka
Namun, hingga saat ini klaim manfaat plasenta di atas belum bisa dibuktikan dan masih perlu diteliti lebih lanjut. Jadi, kalau kamu merasakan beragam manfaat setelah mengonsumsi plasenta, bisa saja itu hanyalah efek sugesti karena kamu memercayainya.
Pertimbangkan Efek Samping Konsumsi Plasenta
Meski makan plasenta setelah melahirkan bisa saja kamu lakukan, tetapi kamu perlu mempertimbangkan kembali efek samping yang mungkin terjadi.
Baca Juga : Polres Gowa Gelandang Seorang Perempuan Terkait Penemuan Janin dengan Kepala Terputus
Beberapa wanita mengalami keluhan pusing dan gelisah usai mengonsumsi plasenta. Selain itu, dampak lain yang bisa terjadi setelah makan plasenta, yaitu:
- Mual atau muntah akibat bau dan rasa tidak enak plasenta
- Kontraksi rahim meningkat
- Perdarahan vagina
- Hot flashes atau rasa panas di dada, leher, atau wajah
- Peningkatan risiko terjadinya infeksi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News