PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR- Kebakaran yang terjadi di sebuah gudang penyimpanan ban bekas di Makassar turut menghanguskan enam unit rumah warga.
Peristiwa kebakaran itu terjadi di kawasan padat penduduk di Jalan Bandang, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Jumat (23/6/2023) sekitar pukul 23:20 Wita, malam.
Puluhan unit armada dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Makassar dikerahkan agar dapat menguasai api. Butuh waktu selama kurang lebih satu jam untuk api dapat dijinakkan.
Baca Juga : Kebakaran di Makassar Tewaskan Bocah 7 Tahun, 12 Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal
"Yang terbakar gudang tempat penyimpanan ban bekas ada juga rumah, kurang lebih 27 unit armada kita kerahkan," kata Danton 1 Damkar Makassar Ramli kepada awak media di lokasi.
Kata Ramli, untuk saat ini belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut."Penyebabnya belum diketahui, sementara didalami," jelasnya.
Dari pantauan, terlihat ratusan warga juga turut melakukan upaya memadamkan api dengan alat seadanya. Sejumlah warga juga terlihat sibuk melakukan evakuasi barang-barang dari rumah yang terbakar agar dapat diselamatkan.
Baca Juga : Terjebak di Lantai 2 Rumah, Lansia Tewas Terpanggang
Api dengan cepat menyebar lantaran, rata-rata bangunan di lokasi terbuat dari kayu. Menurut informasi, enam unit rumah yang juga terbakar semuanya terbuat dari kayu.
Menurut salah satu warga bernama Megawati, sebelum kebakaran itu terjadi, dirinya sempat mendengar adanya ledakan berasal dari gudang penyimpanan ban bekas.
"Ada meledak suaranya itu dari gudang, sudah itu langsung adami api besar," ungkapnya.
Baca Juga : Belasan Rumah Hangus Terbakar di Kawasan Padat Penduduk Makassar, Diduga Korsleting Listrik
Sementara warga lainnya yakni Yustin mengatakan, saat api mulai membesar dirinya langsung membangunkan sang suami dan anaknya untuk menyelamatkan diri.
"Habismi semua barang-barang ini, tadi pas terjadi langsung saya kasi bangun (bangunkan) suamiku sama anak ku," ucapnya.
Dari informasi, akibat kebakaran di kawasan padat penduduk ini sedikitnya delapan kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News