0%
Minggu, 25 Juni 2023 14:06

Forum Bisnis dan Investasi Berbasis Alam, Gali Peluang Ekonomi di Cagar Biosfer

Editor : Gita Oktaviola
Forum Bisnis dan Investasi Berbasis Alam, Gali Peluang Ekonomi di Cagar Biosfer
ist

Forum Bisnis dan Investasi Pertama Tentang Inovasi Berbasis Alam untuk Menggali Peluang Ekonomi Restoratif dengan di Cagar Biosfer Sulawesi Tengah

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR – Upaya menggerakkan ekonomi dan menjaga kelestarian alam tidak dapat dilakukan dengan praktik bisnis konvensional.

Percepatan pertumbuhan ekonomi pasca perlambatan akibat Covid-19 dan bencana alam di Kabupaten Sigi, dan Provinsi Sulawesi Tengah membutuhkan pendekatan baru yang dapat melindungi lingkungan dan juga mensejahterakan masyarakat.

Hal ini yang mendasari Provinsi Sulawesi Tengah bersama dengan Kabupaten Sigi berkolaborasi untuk menyelenggarakan “Forum Bisnis dan Investasi Pertama Tentang Inovasi Berbasis Alam untuk Menggali Peluang Ekonomi Restoratif dengan di Cagar Biosfer Sulawesi Tengah.” (1st Indonesia Business & Investment Forum on Nature-Based Innovation: Unlocking Restorative Economy in Central Sulawesi Biosphere Reserve Context).

Baca Juga : Dorong Iklim Investasi, Appi Launching Woodland Residence di Antang

Forum ini mempertemukan para investor lokal dan internasional, pemimpin bisnis, pemerintah daerah, mitra pembangunan dan perwakilan masyarakat untuk mendiskusikan peluang investasi di cagar biosfer dan mengeksplorasi bagaimana kekayaan alam ini dapat ditransformasikan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.

Gubernur Sulawesi Tengah Ma'mun Amir dalam sambutannya yang disampaikan oleh Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesra Sulteng Fahrudin Yanbas mengatakan Sulawesi Tengah memiliki Cagar Biosfer Lore Lindu yang merupakan rumah bagi banyak spesies flora dan fauna unik.

Sulawesi Tengah juga memiliki cakupan hutan yang luas yakni sekitar 64 persen dari total luas daratan.

Baca Juga : Dubes RI untuk Kuwait dan Wagub Sulsel Bahas Ketenagakerjaan hingga Investasi

"Ini membuat daerah kami memiliki kekayaan sumber daya alam, ekosistem dan keanekaragaman hayati yang melimpah,"bebernya.

“Potensi ini perlu terus digali dan dioptimalkan pemanfaatannya agar memberikan manfaat yang optimal untuk masyarakat,”jelas orang nomor satu di Sulawesi Tengah itu dalam sambutan pembukaan Forum Bisnis dan Investasi Tentang Inovasi Berbasis Alam di Bukit Doda, Sigi, Sulawesi Tengah, 23 Juni 2023.

Sebagai informasi bahwa Forum ini merupakan bagian dari rangkaian acara Festival Lestari ke-5 ini merupakan forum bisnis dan investasi pertama di Indonesia yang mengangkat inovasi dan solusi berbasis alam sebagai jawaban atas permasalahan krisis iklim dan praktik bisnis.

Baca Juga :  Komisi XI Minta Pemerintah Perkuat Strategi Investasi untuk Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi 2026

Pendekatan ini sangat relevan dalam menghadapi isuisu lingkungan yang mendesak saat ini.

Tahun 2023 ini kami menargetkan pertumbuhan ekonomi daerah 10,36 persen, naik dari tahun sebelumnya sebesar 9,50 persen.

Dari sisi investasi sejak tahun 2022, Sulawesi Tengah menjadi salah satu provinsi yang menempati posisi tertinggi dalam realisasi investasi di Indonesia.

Baca Juga : Kenapa Asuransi Penting bagi Keluarga Muda? Simak Alasannya!

Kedepan kami berkomitmen untuk mendiversifikasikan investasi yang masuk dan memperbesar porsi investasi hijau karena kami ingin mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

Pertumbuhan yang memiliki ketahanan lingkungan, tahan bencana, ketahanan pangan tanpa melupakan warisan budaya.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sangat mendukung dan akan mendorong skema model investasi baru melalui inovasi basis alam dan berprinsip pada investasi berkelanjutan yang digagas di Festival Lestari 5 seperti model pengelolaan berbasis ekonomi restoratif di Cagar Biosfer Lore Lindu,”urai Ma'mun Amir.

Baca Juga : Rp2,9 Triliun! Luwu Timur Catat Investasi Terbesar Kedua di Sulsel

Sementara itu, Bupati Sigi, Mohamad Irwan Lapatta berpendapat inovasi basis alam bisa menjadi jangkar bagi pendekatan pengelolaan kawasan yang lebih lestari bagi Sigi, Sulawesi Tengah, Indonesia dan bahkan dunia.

Ia menyebut dalam forum ini ada lima fokus prioritas yang akan dikembangkan, pertama pengembangan ekonomi berbasis multi usaha kehutanan.

Kedua, peningkatan produktivitas komoditas perkebunan ekonomi berbasis dan agroforestri dengan praktek berkelanjutan. Ketiga, pengembangan industri hilirisasi berbasis alam menjadi produk bernilai tambah.

Keempat, jasa ekosistem. Kelima, ekowisata. Dalam kesempatan ini, ragam portofolio komoditas lestari, produk-produk UMKM lestari, dan konsep pitch di model ekonomi restoratif Sulawesi Tengah disajikan.

“Jika kita bergotong-royong, model ini bisa dikembangkan menjadi model ekonomi restoratif dalam konteks cagar biosfer yang membuktikan bahwa dalam lingkungan bisa dijaga secara konsisten dan masyarakatnya betul-betul sejahtera,”ungkap Irwan.

Ia juga percaya bahwa pendekatan ini bisa menjadi jawaban bagi tantangan krisis iklim, ancaman krisis pangan, air dan isu kemiskinan yang sedang kita hadapi bersama.

Menurut dia, Forum Bisnis dan Investasi Inovasi Berbasis Alam ini akan menyajikan ragam portofolio bisnis dan investasi dengan pendekatan inovasi basis alam yang dikembangkan Provinsi Sulawesi Tengah lewat kabupaten Kabupaten Sigi, Donggala, Parigi Moutong, Poso dan Kota Palu serta kabupaten anggota LTKL lainnya secara bertahap dengan asistensi Kementerian Investasi dan para mitra.

“Pada rangkaian acara hari ini, Bapak Ibu peserta akan mendapat kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan pelaku usaha hilirisasi, petani dan pekebun komoditas yang hari selanjutnya akan dilanjutkan dengan berkunjung ke beberapa lokasi produksi komoditas dari kopi, kakao, bambu, hingga vanili,”imbuhnya.

Sekjen Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) Nelson Pomalinggo yang juga merupakan Bupati Kabupaten Gorontalo menyampaikan Forum Bisnis dan Investasi ini merupakan awal usaha percepatan pemenuhan target investasi untuk pengembangan investasi berbasis alam anggota LTKL sebesar 180 juta dolar sampai 2030.

Laporan khusus tahun 2019 dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyoroti bahwa inovasi berbasis alam dapat berkontribusi hingga 37% dalam pengurangan emisi yang diperlukan untuk membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat celcius.

Selain itu, laporan ini juga menekankan berbagai manfaat dari inovasi berbasis alam, termasuk peningkatan ketahanan pangan, ketersediaan pasokan air, dan kesehatan manusia.

Potensi investasi inovasi bisnis alam juga terbilang besar. Laporan World Resource Institute (WRI) pada tahun 2019 yang memperkirakan bahwa investasi global sebesar $1,8 triliun dalam Inovasi Berbasis Alam dari tahun 2020 hingga 2030 dapat menghasilkan manfaat bersih sebesar $7,1 triliun.

Laporan lain dari UNEP (The United Nations Environment Programme) tahun 2022 menyebutkan pendanaan publik untuk investasi model ekonomi berbasis alam mencapai US$154 miliar.

Saribua Siahaan Direktur Promosi Investasi Wilayah Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru, dan Pasifik Kementerian Investasi /BKPM mengatakan yang dilakukan Kabupaten Sigi dan Pemprov Sulawesi Tengah merupakan sebuah prestasi karena Forum Bisnis dan Inovasi sebesar ini dilakukan tidak di ibukota negara tapi di sebuah kabupaten di pulau Sulawesi, yang berhasil bangkit dari berbagai hantaman pasca bencana gempa dan likuifaksi maupun COVID-19.

Saat ini tren investasi yang mengutamakan dampak (selain keuntungan) semakin meningkat. Apalagi dengan semakin banyak bencana alam karena dampak krisis iklim dan degradasi lingkungan, banyak investor yang tidak sekadar berharap mendapat keuntungan, tapi juga berharap investasi yang digelontorkan dapat menciptakan dampak baik.

Investasi yang ramah sosial dan ramah lingkungan juga mulai menunjukkan pertumbuhan yang signifikan secara global maupun regional.

Berbagai aliansi atas inisiatif dunia bisnis juga berkomitmen untuk mencapai target net-zero carbon dalam menjalankan usahanya serta tren sisi pasar meningkatkan permintaan atas produk-produk yang berkelanjutan.

Di samping itu, dalam forum Conference of Parties (COP) ke-27 yang diselenggarakan pada November 2022, Pemerintah Indonesia menyampaikan peningkatan ambisi penurunan emisi gas rumah kaca melalui dokumen Enhanced NDC (ENDC) Indonesia. Potensi investasi inovasi bisnis alam juga terbilang besar.

Laporan World Resource Institute (WRI) pada tahun 2019 yang memperkirakan bahwa investasi global sebesar $1,8 triliun dalam Inovasi Berbasis Alam dari tahun 2020 hingga 2030 dapat menghasilkan manfaat bersih sebesar $7,1 triliun.

Berdasarkan Global Sustainable Fund Flows (Morningstar, 2022), aset dana berkelanjutan global tercatat sebanyak $2,74 Triliun pada Desember 2021. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dana berkelanjutan ini meningkat sebesar 53 persen.

Dana berkelanjutan global ini mencakup dana terbuka dan dana yang diperdagangkan di bursa, dengan tujuan investasi yang berkelanjutan dan/atau menggunakan kriteria LST dalam penentuan keputusan investasi mereka.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer