MAKASSAR, PORTALMEDIA - Belakangan ini Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ramai jadi pembahasan masyarakat di Sulawesi Selatan. Bagaimana tidak, hampir setiap sudut wilayah di Sulsel terpampang Baliho PSI dengan tulisan "Tegak Lurus Bersama Jokowi".
Terbanyak, Baliho tersebut memasang foto Calon Legislatif (Caleg) DPR RI Dapil I Sulsel, Muhammad Surya.
Saat dikonfirmasi, Om Cuya sapaan akrabnya mengatakan, baliho yang bertebaran di Sulsel adalah bentuk upaya PSI untuk mendapatkan tiket ke parlemen pada pemilu 2024 mendatang.
Baca Juga : Jokowi Pakai Passapu di Rakernas PSI
"Menang nomor 2. Intinya kami pecah telor dulu di Sulsel,"ungkapnya, Rabu (28/6/23).
Menurut Om Cuya, optimisme ini semakin menguat setelah PSI berhasil menempatkan Caleg di setiap wilayah Sulsel, khususnya Makassar yang kini menjadi basis pemilih terbesar partai yang berdiri pada 2014 itu.
"Kami optimis akan menang di beberapa wilayah Sulsel, salah satunya Kota Makassar,"Ungkapnya.
Baca Juga : Ahmad Ali Target PSI Bidik 60 Kursi DPR pada Pemilu 2029
Untuk nasional sendiri, lanjut Om Cuya, PSI membutuhkan angka di atas 4 persen untuk mendapatkan kursi parlemen. "Kami yakin angka ini bisa diraih dengan jumlah caleg PSI se Indonesia yang mencapai 16.700 orang,"katanya.
Jumlah ini meningkat drastis dibanding pemilu 2019 yang totalnya hanya sekitar 3000 caleg tersebar di seluruh Indonesia.
Selain jumlah caleg yang ditingkatkan, PSI juga menawarkan program BPJS Kesehatan Gratis. Program ini hadir untuk meringankan beban masyarakat miskin yang saat ini masih membayar tiap bulan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Baca Juga : RMS Hengkang ke PSI, Syaharuddin Alrif Ketua NasDem Sulsel
Program ini menggeser sistem pendanaan BPJS dari berbasis iuran menjadi berbasis pajak .
"Ceritanya, subsidi silang. Orang senang, orang berduit membantu orang susah.
Dari berita resminya, saya dapat kesimpulan, jadi dana BPJS itu tidak datang dari iuran melainkan dari pajak transaksi, seperti Pajak Pertambahan Nilai dan dan Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPNBM),"terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News