PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Hari Raya Idul Adha 1444 H menjadi momen berharga bagi umat muslim. Perayaan qurban ini menjadi simbol ibadah bagi mereka yang beragama Islam.
Misalnya di Masjid Muhammad Cheng Hoo Hertasning, puluhan hewan qurban meramaikan tembak ibadah tersebut.
Menurut Ketua Panitia Qurban Masjid Muhammad Cheng Hoo Hertasning, Arief Riwikari mengatakan tahun ini total yang di qurbankan ada 7 sapi dan 12 kambing. Mereka yang berqurban ini, jamaah.
Baca Juga : Wali Kota Makassar dan Ribuan Warga Akan Laksanakan Salat Idul Adha di Lapangan Karebosi
Selain dari Sulsel, bahkan ada yang dari Jakarta dan Papua yang mempercayakan ke Panitia Masjid Muhammad Cheng Hoo Hertasning.
"Jadi mereka ada yang memasukkan uang atau membayar dihitung perkelompok, lalu dibelikan hewan qurbannya. Kemudian kami yang mengelola dan mendistributor pemotongannya," ucapnya
Namun ada juga yang datang langsung membawa sapi atau kambingnya. Sehingga tinggal di kelola panitia.
Baca Juga : Ketersediaan Pangan Sulsel Cukup untuk Idul Adha, Stok Beras Aman 384 Hari
" Perkelompok itu ditargetkan minimal berat sapi 70 kg. Sehingga bisa menghasilkan 70 kantong. Kalau mau hitungan perkelompok mengumpulkan uang Rp1.900.000," ucapnya.
Pemotongan di fokuskan sehari saja, lalu perhitungannya itu dibagikan kepada masyarakat. Diutamakan yang berdomisili di Romang Polong.
Sementara untuk Panitianya sekitar 20 orang. Terdiri dari pengurus mesjid, divisinya sendiri memang khusus divisi pemotongan dan pendistribusian hewan qurban.
Baca Juga : Wagub Sulsel Minta TPID dan TP2DD Bergerak Cepat Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Ketua Takmir Yayasan Masjid Muhammad Cheng Hoo Hertasning, Muh Zain Fong mengatakan daging qurban ini distribusi diutamakan untuk wilayah Samata, Romang Polong dan sekitar Hertasning.
"Rata-rata pemilik kurban ini berasal dari keluarga Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI)," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News