"Mereka dibekali kemampuan intelijen, dan sementara berlatih di Mako Brimob Polda Sulsel dalam rangka antisipasi kejadian pelanggaran HAM di daerah-daerah," Jelasnya.
Beranggotakan 70 Orang
Jumlah tim yang dibentuk itu berjumlah 70 orang, dan bakal ditempatkan di seluruh Lapas atau Rutan yang berada di Sulsel.
"Kita juga membentuk tim khusus untuk BKO (Bawah Kendali Operasi) ada 70 orang, nantinya mereka digunakan atau dibagi ke seluruh daerah yang membutuhkan tenaga khusus," katanya.
Baca Juga : Tinjau Layanan dan Pembinaan, Komisi XIII Apresiasi Inovasi Rutan Makassar
Tujuan diadakannya pendidikan tersebut, kata Suprapto ialah pertama untuk memberikan pengetahuan teknik dan strategi dan kemampuan penggunaan senjata api dalam melaksanakan tugas di lapas dan rutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News