PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Ditjen Bina Bangda) Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) RI melakukan kegiatan Asistensi dan Penguatan Kapasitas Pengelolaan Pertanian Beririgrasi di Hotel Almadera, Kamis-Sabtu (13-15/7).
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bimbingan teknis melalui pelatihan kepada aparat pemerintah daerah maupun petani dalam pelaksanaan pemanfaatan teknologi digital.
Saat dikonfirmasi oleh portalmedia.id, Gunawan Movianto, Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah I Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri menyampaikan secara spesifik program pelatihan yang digelarnya tersebut.
"Jadi pelatihan ini kami peruntukkan bagi perangkat daerah seperti Bappeda, Dinas Pertanian kab/kota dan para petani yang telah ditunjuk untuk menjadi pionir dalam mengembangkan produk pertanian daerah," jelasnya di Hotel Almadera, Kamis (13/7).
Selanjutnya, Gunawan menuturkan jika ada tiga daerah di Sulsel yang menjadi fokus pertanian oleh Ditjen Bina Bangda Kemendagri , yakni Bone, Soppeng dan Sidrap.
"Kami memilih daerah ini, karena kami anggap memiliki potensi besar dalam pengembangan produk pertanian. Tapi tidak menutup kemungkinan kami akan menggandeng beberapa daerah lagi kedepannya," jelasnya.
Selain memberikan pembekalan kepada perangkat daerah dan para petani, Ditjen Bina Bangda juga meluncurkan sebuah aplikasi bernama "SiAgri" untuk memudahkan petani dalam mengakses informasi pertanian seperti praktek budidaya, pembiayaan hingga pemasaran hasil pertanian.
"Misalnya cara menanam padi, atau beberapa tumbuhan lainnya. Selain itu, petani juga bisa menggunakan aplikasi tersebut untuk membeli bahan pertanian yang berkualitas. Jadi dengan adanya aplikasi ini, petani bisa melek teknologi dan tidak gampang termakan omongan yang tidak jelas dari orang lain," bebernya.
Proyek yang digarap sejak 2018 lalu ini lanjut Gunawan, telah menghadirkan ratusan user (petani) yang bisa melek informasi dan memanfaatkannya dengan baik.
"Kami hanya ingin agar petani di daerah itu, bisa menghasilkan produk pertanian yang lebih banyak dan berkualitas. Disamping itu, Negara tidak usah was-was lagi akan kehabisan stok ketika inflasi melanda atau masalah lainnya yang menyangkut bahan pokok," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News