Risma Tegur Irjen Kemensos Saat Beri Penjelasan dalam Konpers Banpres Dikubur di Depok

ist

"Maaf Pak Irjen enggak bisa begitu, enggak bisa begitu," ucap Risma.

PORTALMEDIA.ID -- Menteri Sosial Risma atau Tri Rismaharini menegur Inspektorat Jenderal Kemensos Dadang Iskandar karena dinilai memberikan penjelasan soal pengawasan terkait kasus timbunan sembaki bantuan presiden (banpres) di Depok yang tidak sesuai.

Awalnya, Dadang menjelaskan pengawasan penyaluran Bansos yang dilakukan di era Menteri Sosial Juliari P Batubara itu sudah sangat ketat.

"Kalau pengawasan saya katakan sudah sangat kuat sekali, karena kita pada saat di lapangan penyaluran Bansos ini ada BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan)," ucap Dadang dalam konferensi pers, Selasa (2/8/2022) dilansir Kompas.

Baca Juga : Mensos Serahkan Langsung Bantuan untuk Korban Demo di Makassar, Masing-Masing Dapat Rp 15 Juta

Dia juga menyebutkan, pengawasan diterapkan saat penyaluran banpres dari tingkat pusat hingga ke tingkat daerah. Sampai ke tingkat penerima bansos, pengasawan tetap melekat.

Namun Dadang menjelaskan, tidak menutup kemungkinan terjadi kecurangan seperti yang ada di Depok.

Dadang menyebut, kecurangan tersebut bersifat kecil dan tidak memiliki pengaruh begitu besar terhadap program yang dijalankan Kemensos.

Baca Juga : Mensos Ungkap 571.410 Rekening Bansos Terindikasi untuk Judi Online

"Kalau terjadi kecurangan seperti ini (penimbunan di Depok) enggak begitu besar kalau kita lihat, dan ini muncul di belakang hari," papar Dadang.

Sontak jawaban Dadang langsung diluruskan Risma di depan awak media.

"Maaf Pak Irjen enggak bisa begitu, enggak bisa begitu," ucap Risma.

Baca Juga : Menaker Terbitkan Aturan Baru, BSU Rp600 Ribu Mulai Cair Juni 2025

Risma mengatakan, seharusnya Dadang tidak menjawab mekanisme pengawasan yang dijalankan dari tingkat pusat hingga daerah.

Risma mengatakan, Dadang semestinya menjelaskan bukti apakah proses administrasi terkait pengawasan tersebut sudah berjalan dengan baik.

"Yang perlu dijawab pak Irjen (Dadang) adalah saat kemudian penggantian proses administrasinya gimana, itu yang harus dijawab. Nah itulah yang disebut pengawasan. Tapi kemudian ada case (kasus penimbunan) ini," kata Risma.

Baca Juga : Pemerintah Gunakan Data Baru untuk Penyaluran Bantuan Sosial Mulai April 2025

Risma mengatakan, bila proses pergantian administrasi benar-benar diawasi, kemungkinan peristiwa penimbunan tersebut tidak terjadi.

"Kalau saat itu proses penggantian (paket bansos) clear (bisa tuntas), (bukti) administrasinya bisa jawab, gitu Pak Irjen sorry," ucap Risma.

Sebelumnya, sebuah tayangan video memperlihatkan Bansos Presiden yang dikubur di lahan kosong di Jalan Tugu Jaya Kampung Serab, Tirtajaya, Sukmajaya, Depok.

Baca Juga : Sekjen Kemensos Sebut Sulsel Terbaik dalam Mitigasi Bencana

Video tersebut telah beredar luas melalui postingan akun Instagram @infodepok_id pada Minggu (31/7/2022).

"Diduga tumpukan sembako bantuan presiden (banpres) ditemukan dalam keadaan dikubur dalam tanah di sebuah lahan kosong di Jalan Tugu Jaya Kampung Serab, Tirtajaya, Depok," tulis akun @infodepok dikutip pada Minggu.

Dari video viral itu, sejumlah instansi langsung bergeral. Pemerintah membentuk tim untuk menginvestigasi. Begitu pun juga Polri yang menyelidiki dugaan tindak pidana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru