Sebelum IAS Berjas Kuning, Golkar Sudah Retak

Penulis : wiwi amaluddin
Ilham Arief Sirajuddin didampingi oleh Nurdin Halid (kanan) dan Farouk M Betta (kiri)

Hoist Bachtiar mengatakan elektabilitasnua hampir sama rendah dengan Taufan Pawe, yakni dibawah 1 persen.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR -- Salah satu kader senior Golkar Sulsel, Hoist Bachtiar menampik bila ketidakharmonisan di tubuh pengurus DPD I Golkar Sulsel ada hubungannya dengan bergabungnya politisi senior Ilham Arief Sirajuddin (IAS) pada Mei 2022, silam.

Hoist meluruskan bahwa sebelum IAS berlabuh ke partai beringin rindang ini sudah timbul kisruh dan masalah tersebut bergulir di Mahkamah Partai Golkar.

Dia beranggapan bahwa IAS didorong maju sebagai calon gubernur pada Pilgub Sulsel 2024 mendatang karena punya modal popularitas dan elektibilatas yang tinggi bila dibandingkan dengan kader internal Golkar lainnya.

Baca Juga : Jika Musda Diulur, Golkar Sulsel Terancam Tak Solid di Pemilu 2029

Pengurus DPD Golkar Sulsel ini mengatakan IAS sepertinya tidak ambil pusing soal jabatan yang diberikan sejak bergabung lagi ke Golkar. Ditunjuk atau dipilih menjadi Ketua DPD I atau tidak bukan menjadi masalah bagi dia.

"Dia (IAS) tidak peduli mau jadi ketua atau bukan ketua yang penting itu dia punya survei (elektabilitas) lebih tinggi daripada yang lain, " ucapnya kepada Portalmedia.ID, Rabu (3/8/2022).

Hoist membeberkan klaim hasil survei yang menyebutkan tingkat keterpilihan IAS saat ini tertinggi dari beberapa figur lain. Meski itu dibandingkan dengan Taufan Pawe, mantan Wali Kota Makassar 2 periode itu masih unggul.

Baca Juga : Muhidin Titip Golkar Sulsel ke Rahman Pina

Malah, Hoist mengatakan elektabilitasnya hampir sama rendah dengan Taufan Pawe, yakni dibawah 1 persen.

"Dia (IAS) punya survei (elektabilitas) lebih tinggi daripada yang lain, mungkin diam yang akan dipilih DPP. Jadi kalau umpama Taufan juga mau di ini (pilih oleh DPP) ya kasih naik dulu surveinya yang masih 0,6 persen. Kalau 0,6 persen biar saya dekat sekaliji," ujarnya.

Sebelumnya, Hoist mengungkap bila keretakan di tubuh internal partainya sudah terlihat sejak Taufan Pawe terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah ke X di Jakarta. Jadi, menurutnya, kehadiran IAS di Golkar bukan pemicu konflik atau dipasang untuk mengambil alih pucuk jabatan pengurus provinsi Sulsel.

Baca Juga : DPR Dorong Grand Design Terpadu Pemulihan Aceh–Sumatera Pasca Bencana

Meski demikian, resminya IAS berjaket Golkar setelah tak lama hengkang dari Partai Demokrat, menambah deretan panjang ihwal keretakan di internal Golkar Sulsel.

IAS mendapat penyambutan sangat istimewa dari Wakil Ketua Umum DPP, Nurdin Halid (NH), dengan diadakannya acara pengukuhan di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, pada Minggu (29/5/2022) silam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru