Presiden Amerika Murka ke Israel, Hentikan Pengiriman Senjata

ist

Biden menyadari senjata dari AS sudah digunakan Israel untuk membunuh warga sipil di Gaza selama tujuh bulan invasi ke kawasan tersebut dengan alasan memburu prajurit Hamas.

PORTALMEDIA.ID - Untuk pertama kalinya, Presiden AS Joe Biden memperingatkan Israel secara terbuka bahwa Amerika Serikat akan menghentikan menyuplai senjata bila tentara negara Yahudi tersebut membuat invasi besar ke Rafah, Jalur Gaza.

"Saya perjelas bila mereka ke Rafah... Saya tak akan menyuplai senjata yang secara historis digunakan untuk menghadapi Rafah, menghadapi kota-kota, yang akan menangani masalah tersebut," kata Biden.

Biden menyadari senjata dari AS sudah digunakan Israel untuk membunuh warga sipil di Gaza selama tujuh bulan invasi ke kawasan tersebut dengan alasan memburu prajurit Hamas.

Baca Juga : Donald Trump Pastikan Kebijakan AS Menentang Aneksasi Wilayah Tepi Barat

Sejauh ini, Israel sudah membunuh 34.789 warga Palestina, sebagian besar warga sipil, kata Menteri Kesehatan Palestina.

Pada pekan ini, Israel menyerang Rafah, kota yang dihuni lebih dari 1 juta penduduk Palestina sebagai tempat perlindungan. Namun Israel menyebut serangan itu sebagai serangan terbatas.

Sementara itu, diberitakan Reuters, seorang pejabat senior di Pemerintahan AS mengatakan secara anonim bahwa Washington secara hati-hati mengkaji pengiriman senjata yang mungkin digunakan di Rafah.

Baca Juga : IOC Hentikan Komunikasi dengan KOI usai Indonesia Tolak Visa Atlet Israel

Sebagai akibatnya, pada Selasa (7/5) pagi, AS menghentikan sementara pengiriman yang terdiri dari 1.800 bom seberat 907 kilogram, dan 1.700 bom seberat 226 kilogram.

Menteri Pertahanan AS Llyod Austin mengatakan keputusan tersebut diambil karena keprihatinan terhadap Rafah dengan dalih Washington menentang invasi besar-besaran Israel tanpa melindungi warga sipil.

"Warga sipil sudah terbunuh di Gaza sebagai akibat bom-bom ini dan cara-cara lainnya yang mereka lakukan untuk menyerang pusat-pusat pemukiman," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru