Penjelasan Panjang Sri Mulyani soal Harga BBM, Pertalite Seharusnya Rp 14.450/Liter
Di tengah kisruh rencana kenaikan harga BBM Subsidi jenis Pertalite dan Solar, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan, jika mengacu harga minyak dunia, maka harga Pertalite sudah menyentuh angka 14.000 ke atas.
PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan kondisi global dengan harga minyak mentah saat ini dipastikan jebol, seiring dengan kenaikan harga minyak dunia.
Adapun harga minyak mentah Indonesia atau ICP saat ini masih di atas USD 100 per barel, jauh dari asumsi APBN 2022 USD 63 per barel.
Sri Mulyani mengatakan subsidi energi semula dialokasikan Rp 152,5 triliun, membengkak menjadi Rp 502,4 triliun.
Baca Juga : Menteri Keuangan Berganti, IHSG Anjlok 1,28 Persen ke 7.766
"Dengan kenaikan harga minyak ICP di atas USD 100 (per barel) dan kurs juga kita koreksi, APBN Perpres kita menaikkan 3 kali lipat (anggaran subsidi energi) jadi Rp 502.4 triliun. Selisih 349 triliun," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers, dikutip dari liputan6, Jumat (26/8/2022).
Adapun khusus untuk anggaran subsidi BBM saja, Sri Mulyani mengatakan terjadi pembengkakan yang luar biasa, yakni dari Rp 18,5 triliun menjadi Rp 252,5 triliun.
"Ini untuk menahan syok harga dari luar karena ada perang. Kalau tidak ada shock absorber langsung menghantam ekonomi dan masyarakat. Mungkin ekonomi kita situasi berat. Maka APBN meredamnya dengan menambah jadi Rp 502,4 untuk subsidi BBM, LPG, listrik," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News