Sri Mulyani kemudian membeberkan harga keekonomian BBM di Indonesia. Dari pemaparannya, harga jual eceran saat ini memang jauh sekali dari harga seharusnya.
Solar
Harga jual eceran BBM Solar yang ditetapkan Pertamina saat ini Rp 5.150 per liter. Padahal, kata Sri Mulyani, harga keekonomiannya dengan menggunakan kurs Rp 14.700 per dolar AS dan ICP USD 105 per barel, harga Solar seharusnya Rp 13.950 per liter.
Jadi harga yang dijual masyarakat hanya 37 persen, artinya masyarakat dapat subsidi 63 persen dari harga riil, Rp 8.800 per liter," ujarnya.
Pertalite
Baca Juga : Menteri Keuangan Berganti, IHSG Anjlok 1,28 Persen ke 7.766
Untuk harga BBM Pertalite harga jual ecerannya saat ini dipatok Rp 7.650 per liter.
Jika menggunakan asumsi ICP dan kurs dolar AS sama seperti Solar, maka harga keekonomian Pertalite seharusnya Rp 14.450 per liter.
"Artinya harga Pertalite sekarang ini 53 persen rakyat yang pakai dapat subsidi Rp 6.800 per liter," katanya.
Baca Juga : Sri Mulyani Minta Maaf Usai Rumahnya Dijarah: Jangan Lelah Mencintai Indonesia
Menurut Sri Mulyani, dengan harga keekonomian seperti itu, nilai subsidi yang digelontorkan pemerintah untuk BBM Pertalite adalah Rp 93,5 triliun, yang 80 persennya dinikmati oleh rumah tangga mampu.
"Atau bahkan sangat kayak 60 persen atau Rp 60 triliun. Sedangkan masyarakat miskin yang gunakan Pertalite hanya 20 persen. Ini artinya dengan ratusan triliun subsidi yang diberikan adalah yang kelompok paling mampu," ujarnya.
Pertamax
Sementara untuk harga BBM Pertamax, dengan asumsi kurs dolar AS dan ICP yang sama, harga keekonomiannya seharusnya Rp 17.300 per liter.
Baca Juga : DPR Nilai Laporan Keuangan Sri Mulyani Tidak Transparan
Namun, meskipun yang membeli adalah masyarakat mampu dengan mobil yang bagus, mereka masih mendapat subsidi Rp 4,800 per liter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News