0%
Jumat, 26 Agustus 2022 22:13

Penjelasan Panjang Sri Mulyani soal Harga BBM, Pertalite Seharusnya Rp 14.450/Liter

Editor : Rasdiyanah
Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Foto: ist
Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Foto: ist

Di tengah kisruh rencana kenaikan harga BBM Subsidi jenis Pertalite dan Solar, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan, jika mengacu harga minyak dunia, maka harga Pertalite sudah menyentuh angka 14.000 ke atas.

Sri Mulyani kemudian membeberkan harga keekonomian BBM di Indonesia. Dari pemaparannya, harga jual eceran saat ini memang jauh sekali dari harga seharusnya.

Solar

Harga jual eceran BBM Solar yang ditetapkan Pertamina saat ini Rp 5.150 per liter. Padahal, kata Sri Mulyani, harga keekonomiannya dengan menggunakan kurs Rp 14.700 per dolar AS dan ICP USD 105 per barel, harga Solar seharusnya Rp 13.950 per liter.

Jadi harga yang dijual masyarakat hanya 37 persen, artinya masyarakat dapat subsidi 63 persen dari harga riil, Rp 8.800 per liter," ujarnya.

Pertalite

Baca Juga : Menteri Keuangan Berganti, IHSG Anjlok 1,28 Persen ke 7.766

Untuk harga BBM Pertalite harga jual ecerannya saat ini dipatok Rp 7.650 per liter.

Jika menggunakan asumsi ICP dan kurs dolar AS sama seperti Solar, maka harga keekonomian Pertalite seharusnya Rp 14.450 per liter.

"Artinya harga Pertalite sekarang ini 53 persen rakyat yang pakai dapat subsidi Rp 6.800 per liter," katanya.

Baca Juga : Sri Mulyani Minta Maaf Usai Rumahnya Dijarah: Jangan Lelah Mencintai Indonesia

Menurut Sri Mulyani, dengan harga keekonomian seperti itu, nilai subsidi yang digelontorkan pemerintah untuk BBM Pertalite adalah Rp 93,5 triliun, yang 80 persennya dinikmati oleh rumah tangga mampu.

"Atau bahkan sangat kayak 60 persen atau Rp 60 triliun. Sedangkan masyarakat miskin yang gunakan Pertalite hanya 20 persen. Ini artinya dengan ratusan triliun subsidi yang diberikan adalah yang kelompok paling mampu," ujarnya.

Pertamax

Sementara untuk harga BBM Pertamax, dengan asumsi kurs dolar AS dan ICP yang sama, harga keekonomiannya seharusnya Rp 17.300 per liter.

Baca Juga : DPR Nilai Laporan Keuangan Sri Mulyani Tidak Transparan

Namun, meskipun yang membeli adalah masyarakat mampu dengan mobil yang bagus, mereka masih mendapat subsidi Rp 4,800 per liter.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar