Trump Resmi Tarik AS dari WHO dan Paris Agreement di Hari Pertama Menjabat
Menurutnya, AS terlalu banyak membayar untuk organisasi yang, dalam pandangannya, lebih memihak negara lain.
PORTALMEDIA.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump langsung mengambil langkah kontroversial di hari pertama masa jabatannya sebagai Presiden AS ke-47.
Pada Senin (20/1) waktu setempat, Trump menandatangani perintah eksekutif untuk menarik AS dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) dan Perjanjian Iklim Paris (Paris Agreement).
Saat menandatangani perintah eksekutif terkait WHO, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat telah memberikan kontribusi jauh lebih besar dibandingkan negara lain, terutama China.
Baca Juga : Runtuhkan Tradisi 165 Tahun, Uang Dolar AS Bakal Dibubuhi Tanda Tangan Donald Trump
"WHO telah menipu kami," tegas Trump, seperti dikutip AFP.
Trump, yang sejak pandemi Covid-19 kerap melontarkan kritik keras terhadap WHO, menilai organisasi ini tidak adil dalam memanfaatkan kontribusi Amerika Serikat.
Menurutnya, AS terlalu banyak membayar untuk organisasi yang, dalam pandangannya, lebih memihak negara lain.
Baca Juga : Purbaya Soroti Lemahnya Hukum Internasional dalam Kasus Penangkapan Maduro
Keputusan Trump ini berpotensi membatasi akses Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) terhadap data kesehatan global.
WHO selama ini menjadi pusat distribusi data penting terkait wabah penyakit di seluruh dunia, termasuk saat pandemi Covid-19 melanda.
Namun, dampak lebih luas terhadap WHO dan jaringan kesehatan global masih belum jelas. Sebagai salah satu donor terbesar WHO, penarikan AS diperkirakan akan memengaruhi pendanaan serta kemampuan organisasi dalam merespons krisis kesehatan global.
Baca Juga : China Nilai Serangan AS ke Venezuela Langgar Hukum Internasional
Di hari yang sama, Trump juga menandatangani perintah eksekutif untuk menarik AS dari Paris Agreement, sebuah pakta global yang bertujuan membatasi kenaikan suhu bumi hingga 1,5 derajat Celsius.
"Saya segera menarik diri dari penipuan perjanjian iklim Paris, yang tidak adil dan sepihak," ujar Trump sebelum menandatangani dokumen tersebut, seperti dilaporkan Reuters.
Trump menyatakan bahwa kebijakan tersebut akan menyelamatkan industri AS dari peraturan yang dianggapnya membatasi, sambil menuduh negara-negara seperti China mencemari tanpa kendala.
Baca Juga : Trump Putuskan Afrika Selatan Tak Masuk Daftar Undangan G20 di Miami
Langkah ini hanya bagian dari serangkaian perintah eksekutif yang akan ditandatangani Trump di hari pelantikannya. Kebijakan lainnya meliputi perubahan dalam kebijakan imigrasi, pengaturan aplikasi TikTok, hingga pemberian pengampunan kepada sejumlah terpidana.
Keputusan Trump menarik AS dari WHO dan Paris Agreement menempatkan negara tersebut dalam posisi yang unik, bergabung dengan segelintir negara yang tidak berpartisipasi dalam kedua organisasi dan pakta global tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News