Xi Jinping dan Anwar Ibrahim Tegas Tolak Relokasi Warga Gaza: Gaza Milik Palestina
Keduanya juga menentang keras setiap bentuk pemindahan paksa terhadap penduduk Gaza.
PORTALMEDIA.ID — Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyuarakan penolakan tegas terhadap upaya relokasi paksa warga Gaza di tengah agresi militer Israel yang terus berlangsung.
Pernyataan sikap ini dituangkan dalam pernyataan bersama usai pertemuan bilateral keduanya di Kuala Lumpur, Rabu (16/4/2025). Dalam dokumen tersebut, Xi dan Anwar sepakat bahwa Gaza adalah bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah Palestina.
“Perdana Menteri Anwar Ibrahim dan Presiden Xi Jinping menekankan bahwa Gaza milik rakyat Palestina dan tidak bisa dicabut dari wilayahnya,” demikian isi pernyataan bersama yang dikutip dari Al Jazeera.
Baca Juga : Donald Trump Pastikan Kebijakan AS Menentang Aneksasi Wilayah Tepi Barat
Keduanya juga menentang keras setiap bentuk pemindahan paksa terhadap penduduk Gaza.
Dalam pertemuan itu, Xi dan Anwar menegaskan kembali bahwa rakyat Palestina memiliki hak penuh untuk menentukan nasibnya sendiri, termasuk mendirikan negara yang berdaulat pasca-konflik.
Lebih lanjut, kedua pemimpin mendorong agar Israel dan Hamas melanjutkan upaya gencatan senjata secara konsisten dan efektif demi mengakhiri kekerasan berkepanjangan di Jalur Gaza.
Baca Juga : IOC Hentikan Komunikasi dengan KOI usai Indonesia Tolak Visa Atlet Israel
Sejak Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Gaza pada Oktober 2023, konflik telah menewaskan lebih dari 50.000 warga Palestina, menghancurkan ratusan ribu rumah, serta memaksa jutaan warga mengungsi. Serangan juga menghantam infrastruktur sipil seperti rumah sakit, sekolah, hingga tempat ibadah.
Meskipun gencatan senjata sempat tercapai pada beberapa waktu lalu, termasuk pada November 2023 dan Januari 2024, serangan dari pihak Israel dilaporkan terus berlanjut. Pemerintah Israel juga dituding kerap menghambat proses negosiasi damai dengan Hamas.
Sikap tegas Tiongkok dan Malaysia ini menunjukkan dukungan kuat dari dua negara Asia terhadap perjuangan rakyat Palestina di tengah kecaman global terhadap tindakan militer Israel yang dinilai berlebihan dan melanggar hukum internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News