Israel Peringatkan Warga Sipil Yaman Tinggalkan Tiga Pelabuhan, Serangan Balasan Diluncurkan
Peringatan ini muncul setelah pelabuhan Hodeida menjadi target serangan Israel awal pekan ini, sebagai balasan atas serangan rudal yang diluncurkan Houthi ke wilayah Israel.
PORTALMEDIA.ID - Militer Israel mengeluarkan peringatan keras kepada warga sipil di Yaman untuk segera mengosongkan tiga pelabuhan strategis yang dikuasai kelompok Houthi, menyusul rentetan serangan balasan yang dilancarkan Israel dalam beberapa hari terakhir.
Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, menyatakan bahwa pelabuhan-pelabuhan tersebut digunakan untuk kepentingan militer oleh kelompok Houthi yang disebutnya sebagai “rezim teroris”. Tiga pelabuhan yang dimaksud adalah Ras Issa, Hodeida, dan Salif.
“Karena pelabuhan-pelabuhan ini dimanfaatkan oleh kelompok Houthi, kami menyerukan kepada seluruh warga sipil untuk segera mengungsi demi keselamatan, hingga pemberitahuan lebih lanjut,” ujar Adraee diberitakan AFP, Minggu (11/5/2025).
Baca Juga : Menlu Iran Ucapkan Idulfitri untuk Indonesia, Terima Kasih ke RI
Peringatan ini muncul setelah pelabuhan Hodeida menjadi target serangan Israel awal pekan ini, sebagai balasan atas serangan rudal yang diluncurkan Houthi ke wilayah Israel.
Salah satu rudal bahkan diklaim berhasil menghantam area dekat bandara utama Israel pada 4 Mei lalu, sebuah insiden langka yang memperluas eskalasi konflik.
Pada Jumat sebelumnya, militer Israel juga mengumumkan telah mencegat rudal lain yang ditembakkan dari wilayah Yaman. Menanggapi hal itu, Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, menegaskan bahwa Israel tidak akan tinggal diam.
Baca Juga : Donald Trump Pastikan Kebijakan AS Menentang Aneksasi Wilayah Tepi Barat
“Houthi terus menembakkan rudal buatan Iran ke arah Israel. Kami akan merespons dengan tegas, baik di Yaman maupun di wilayah lain yang menjadi sumber ancaman,” tegas Gallant.
Kelompok Houthi yang didukung Iran telah beberapa kali meluncurkan serangan ke arah Israel dan menggempur kapal-kapal dagang yang terkait dengan Israel di wilayah Laut Merah, sebagai bentuk dukungan terhadap rakyat Palestina di Gaza yang menjadi korban agresi Israel.
Meski menghadapi gempuran dari Israel dan tekanan dari sekutu utamanya, Amerika Serikat, Houthi tetap menyatakan komitmennya untuk terus melawan dan menargetkan kepentingan Israel serta aliansinya di kawasan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News