Gencatan Senjata di Gaza Dilanggar, Korban Sipil Palestina Terus Bertambah

ist

Menurut keterangan Badan Pertahanan Sipil Gaza, keluarga tersebut tengah dalam perjalanan pulang ke rumah mereka di kawasan Zeitun ketika bus yang mereka tumpangi ditembaki.

PORTALMEDIA.ID – Situasi di Jalur Gaza kembali memanas meski gencatan senjata yang dimediasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump masih berlaku. Laporan terbaru dari otoritas Gaza menyebut, militer Israel menewaskan sedikitnya 97 warga Palestina dan melukai 230 orang lainnya sejak awal Oktober lalu.

Kantor pemberitaan di Gaza melaporkan bahwa pasukan Israel telah melanggar gencatan senjata sedikitnya 47 kali. Pelanggaran tersebut mencakup penembakan terhadap warga sipil, pengeboman sejumlah kawasan, hingga penangkapan sewenang-wenang terhadap penduduk Palestina.

“Pelanggaran ini menunjukkan kebijakan agresi yang masih dijalankan oleh pihak pendudukan, meski perang telah dinyatakan berakhir,” demikian pernyataan resmi kantor media di Gaza seperti dikutip The Guardian, Senin (20/10/2025).

Baca Juga : Donald Trump Pastikan Kebijakan AS Menentang Aneksasi Wilayah Tepi Barat

Otoritas Gaza yang dikuasai Hamas menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan negara-negara penjamin perjanjian gencatan senjata untuk segera turun tangan dan menekan Israel agar menghentikan agresi serta melindungi warga sipil tak bersenjata.

Salah satu insiden paling mematikan terjadi pada Jumat (17/10), ketika sebelas anggota satu keluarga Palestina tewas setelah kendaraan mereka ditembaki pasukan Israel di Kota Gaza.

Menurut keterangan Badan Pertahanan Sipil Gaza, keluarga tersebut tengah dalam perjalanan pulang ke rumah mereka di kawasan Zeitun ketika bus yang mereka tumpangi ditembaki.

Baca Juga : IOC Hentikan Komunikasi dengan KOI usai Indonesia Tolak Visa Atlet Israel

“Mereka disebut melintasi ‘garis kuning’, batas imajiner yang diklaim militer Israel sebagai area kendali mereka,” kata juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Basal.

Basal menambahkan, tidak ada tanda fisik yang menunjukkan batas tersebut, sehingga warga sipil kerap tak menyadari telah memasuki area terlarang.

Selain serangan bersenjata, Israel juga masih membatasi aliran bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Pada Minggu (19/10), otoritas Israel bahkan sempat menghentikan sementara pengiriman bantuan dengan alasan keamanan.

Baca Juga : Deng Ical Minta Prabowo Serukan Gencatan Senjata Permanen di Gaza

Selama beberapa hari terakhir, sejumlah konvoi bantuan juga ditahan di perbatasan. Israel berdalih pembatasan dilakukan untuk menekan Hamas agar menyerahkan sisa jenazah para sandera yang tewas.

Situasi ini membuat warga Gaza semakin kesulitan memperoleh kebutuhan pokok, termasuk air bersih, bahan bakar, dan obat-obatan, di tengah kondisi kemanusiaan yang kian memburuk.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru