Purbaya Soroti Lemahnya Hukum Internasional dalam Kasus Penangkapan Maduro

ist

Purbaya mengaku heran melihat adanya negara yang dapat melakukan tindakan militer terhadap negara berdaulat tanpa konsekuensi tegas dari lembaga internasional.

PORTALMEDIA.ID – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti lemahnya peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyusul penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat.

Menurutnya kondisi tersebut mencerminkan situasi hukum internasional yang kian janggal dan tidak berjalan efektif.

Purbaya mengaku heran melihat adanya negara yang dapat melakukan tindakan militer terhadap negara berdaulat tanpa konsekuensi tegas dari lembaga internasional.

Baca Juga : Runtuhkan Tradisi 165 Tahun, Uang Dolar AS Bakal Dibubuhi Tanda Tangan Donald Trump

“Hukum dunia sekarang terasa aneh. Ada negara yang bisa menyerang negara lain yang berdaulat, tapi seolah bisa lolos dari pengawasan PBB. Ini menunjukkan PBB sangat lemah saat ini,” ujar Purbaya usai menghadiri agenda di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (5/1/2025).

Meski demikian, Purbaya memastikan dinamika geopolitik tersebut belum memberikan dampak negatif terhadap perekonomian Indonesia. Ia menyebut pasar domestik justru menunjukkan respons positif.

Menurutnya, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi salah satu indikator yang menegaskan ketahanan pasar keuangan nasional di tengah isu global.

Baca Juga : China Nilai Serangan AS ke Venezuela Langgar Hukum Internasional

“Kalau dilihat hari ini, pasar kita baik-baik saja. IHSG malah bergerak positif,” katanya.

Tak hanya itu, Purbaya menilai peristiwa internasional tersebut berpotensi memberikan sentimen positif terhadap nilai tukar rupiah. Ia menyebut pergerakan pasar global justru membaca situasi tersebut sebagai peluang.

“Agak aneh memang, tapi itu yang terbaca oleh pasar. Rupiah justru berpeluang menguat,” ujarnya.

Baca Juga : Pemerintah Kucurkan Tambahan DAU untuk Pembayaran THR dan Gaji ke-13 Guru

Seperti diketahui, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya melalui operasi militer di Caracas pada Sabtu (3/1/2026).

Tak lama setelah pengumuman tersebut, Trump secara terbuka menyatakan ketertarikan Amerika Serikat untuk menguasai sumber daya minyak Venezuela.

Trump bahkan menyebut perusahaan-perusahaan minyak dan gas asal AS akan menggelontorkan investasi besar untuk mengelola sektor energi di negara Amerika Latin tersebut, sebuah pernyataan yang memicu reaksi keras dari komunitas internasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru