Krisis di Sri Lanka; Tinggalkan Mobil, Sepeda Paling Dicari dan Mahal

Suasana Sri Lanka

Hampir semua warga di Sri Lanka mencari sepeda untuk mobilitas, tapi justru stok tidak ada dan harga mahal bila ada yang menjual.

PORTALMEDIA.ID -- Ribuan warga Sri Lanka termasuk profesional kelas menengah telah meninggalkan mobil mereka di rumah dan beralih menggenjot sepeda untuk beraktivitas hingga berbelanja bahan makanan. Hal itu terjadi setelah negara itu mengalami krisis yang membuatnya tak mampu membayar impor bahan bakar.

Dokter di Sri Lanka bernama Suchitha Kahaduwa, selama dua minggu terakhir, telah meninggalkan mobilnya di garasi dan melakukan perjalanan menemui pasiennya dengan sepeda. Ia menghabiskan berjam-jam setiap hari melintasi ibu kota komersial Kolombo mengendarai sepeda.

"Pertama, itu dua atau tiga jam dalam antrean bensin," kata Kahaduwa kepada Reuters. "Terakhir kali, sekitar tiga minggu yang lalu, saya berada dalam antrean bensin selama tiga hari.

Baca Juga : PBB: Anak-anak di Sri Lanka Makin Terancam Tertidur dalam Keadaan Kelaparan

"Membeli sepeda adalah tindakan putus asa."

Cadangan mata uang Sri Lanka mendekati nol, yang berarti impor pupuk, makanan dan obat-obatan untuk 22 juta penduduknya juga telah melambat.

Tidak ada pengiriman minyak yang tiba selama sekitar dua minggu dan pemerintah Sri Lanka, yang telah menutup sekolah, menyuruh pegawai negeri untuk bekerja dari rumah dan membatasi bahan bakar untuk layanan penting, belum bisa mengatakan kapan pengiriman berikutnya datang.

Baca Juga : Pertemuan FMCBG G20 Bali, Sri Mulyani: Bahas Kripto dan Regulasi Digital Coin

Akibatnya, jumlah sepeda di jalan-jalan Kolombo melonjak dan, dengan stok terbatas dan permintaan meroket, harga sepeda baru dan bekas naik lebih dari dua kali lipat, kata tiga pengecer.

Suku cadang dan aksesori seperti helm dan kunci sepeda juga tidak tersedia.

Salah satu pemilik toko, Victor Perera mengatakan bahwa dia menjual sekitar 20 sepeda sebulan hingga Mei, ketika penjualannya meningkat sepuluh kali lipat.

Baca Juga : Presiden Jokowi Terima Delegasi IMF, Ini Keterangan Sri Mulyani

"Karena masalah bensin, semua orang minta sepeda," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru