Butuh Satu Tahun Selesaikan Kasus Korupsi Stadion Mattoanging, ACC Sulawesi : Tidak Masuk Akal

Penulis : wiwi amaluddin
stadion Mattoanging Makassar usai dibongkar (int)

Angga mengatakan aliran dana dugaan dapat ditelusuri dari hasil penjualan material termasuk tanah di Stadion Mattoanging.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR – Wakil Ketua ACC Sulawesi, Anggareksa PS merespons soal pernyataan Kasubdit Tipikor Polda Sulsel Kompol Fadli yang menyebut Aparat Penegak Hukum (APH) membutuhkan waktu satu tahun untuk mengungkap dugaan korupsi pengelolaan Stadion Mattoanging. Menurutnya komentar itu tak masuk akal.

"Terlalu lama kalau satu tahun dan tidak masuk akal itu. Intinya desak saja APH cepat diusut (kasus korupsi stadion Mattoanging)," ungkap Angga, Kamis (6/10/2022).

Angga menegaskan dugaan kasus korupsi Stadion Mattoanging ini telah berjalan selama beberapa bulan dan seharusnya sudah ada progres yang bisa disampaikan oleh aparat kepada pihak terkait atau pun publik.

Baca Juga : APH Diminta Serius Tuntaskan 144 Kasus Korupsi Mandek di Sulsel Sepanjang 2024

"Kami pada intinya APH itu harus jelih dalam progresif melihat kasus korupsi yang terjadi apalagi khususnya di stadion Mattoangin ini yang diduga memang banyak korupsi mulai dari proses perubahan bangunannya," bebernya.

Angga mengatakan aliran dana dugaan dapat ditelusuri dari hasil penjualan material termasuk tanah di Stadion Mattoanging.

"Bangunan yang dirubuhkan (sisa material bangunan) itu dibawa ke mana apakah di pihak lain atau tidak?. Jika dijual kan harus masuk ke kas negara, mungkin di situ titik poinnya pejabat bisa masuk menelusuri," jelas dia.

Baca Juga : Menpora Dito Sebut Jokowi Ingin Stadion Dikelola Klub Sepak Bola Profesional

Angga meminta APH jangan tidak terlalu lama dalam pengungkapan kasus ini, apalagi sudah ada dugaan awal bisa mendorong lebih cepat untuk pengungkapan tersangka.

"Saya kira tidak terlalu sulit itu apalagi sudah ada dugaan awal penjualan bahan bangunan (sisa material) yang sudah dirobohkan, yang mana hasilnya tersebut tidak masuk ke kas negara saya kira itu jadi pintu masuk APH untuk mengusut, siapa yang mendapat keuntungan dari hasil tersebut," bebernya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru