Pertina Tuding Ketua KONI Sulsel Ngarang Cerita Pakai Uang Pribadi Talangi Anggaran Porprov Sulsel
Tidak masuk akal kalau dia yang biayai, orang pelit begitu. Ngarang itu Ketua KONI," bebernya.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR -- Sekretaris Pengurus Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Sulsel, Sri Syahril menuding pernyataan Ketua KONI Sulsel Yasir Mahmud bohong soal menalangi anggaran Event Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII 2022 dari kantong pribadinya.
"Dananya berapa? Bohong itu. Maksudnya dipolitisir bagaimana?, seharusnya dia jelaskan kalau memang dia biayai berapa besaran anggaran yang dia keluarkan secara pribadi," ungkap Sri Syahril, Sabtu (21/10/2022).
"Bohong itu kalau dia bilang, dia yang biayai sendiri (Porporv Sulsel). Tidak masuk akal itu!, yang dari APBD itu yang Rp9,5 miliar (ke mana), " sambungnya.
Baca Juga : Arifuddin Saeni Nahkodai KONI Gowa, Wabup Dorong Semangat dan Inovasi Baru
Menurutnya Ketua KONI Sulsel hanya mengklaim telah bantu mendanai kegiatan Porprov Sulsel 2022 dan menuding lagi Yasir hanya menyediakan truk-truk operasional pada kegiatan Porprov Sulsel 2022 di Sinjai-Bulukumba.
Dibeberkan lagi bila truk disediakan saat para kontingen atlet sudah berada di vanue pertandingan.
"Kalau toh dia yang biayai disupport mobil truk 10 unit, itu pun juga baru kemarin untuk mobilisasi peralatan dari Makassar-Sinjai-Bulukumba. Tidak masuk akal kalau dia yang biayai, orang pelit begitu. Ngarang itu Ketua KONI," bebernya.
Baca Juga : Penjaringan Ketua KONI Gowa, Arifuddin Saeni Penuhi Syarat Pencalonan
Syahril kembali mengungkit soal anggaran penyelenggaran Musyawarah Provinsi (Musprov) KONI Sulsel pada Februari 2022 lalu. Menurutnya anggaran pelantikan ketua terpilih dan para pengurusnya berasal dari dana pribadi Yasir sesuai dengan pernyataan yang menjanjikan akan menanggung semua biaya pelantikan
"Sesungguhnya anggaran pelantikan itu dibiayai pribadi oleh ketua terpilih, jangan diambil dari dana anggaran pokok karena sesuai dengan janjinya waktu Musprov itu dia akan membiayai dan dia sadar bahwa ada kekurangan anggaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News