Syahril juga merinci bila anggaran KONI Sulsel tahun ini Rp5 miliar berasal dari APBD Pokok. Dana tersebut sudah terpakai untuk Musprov dan acara Pelantikan sebanyak Rp1.6 miliar. Kemudian organsiasi induk cabang olahraga Sulsel ini mendapat tambahan lagi dari APBD Perubahan sebesar Rp4.5 miliar.
"Di Anggaran APBD Perubahan itu ada tambahan anggaran Rp4,5 miliar, total semua itu Rp9,5 miliar tapi kan sudah dipakai Rp1,6 miliar itu," ujarnya.
"Untuk anggaran Porprov kita mengacu ke Popda (pekan olahraga daerah) Pinrang kemarin Pemerintah Provinsi mengalokasikan anggaran Rp20 miliar itu tahun 2018, sekarang 2022 kan terjadi inflasi segala macam seharusnya pemerintah provinsi itu mengalokasikan anggaran jauh lebih besar dari pada di Pinrang bukan dengan alasan baru-baru ini Covid-19 ada refocusing anggaran 50 persen," tambahnya.
Baca Juga : Arifuddin Saeni Nahkodai KONI Gowa, Wabup Dorong Semangat dan Inovasi Baru
Sekarang, kekurangan anggaran tersebut ditanggung oleh pihak pengurus cabang olahraga masing-masing.
"Masa dia mau bebankan ke masing-masing Cabor, contoh tinju, cuman dapat anggaran Rp64 juta, apa yang bisa kita lakukan untuk itu," sambung dia.
Porprov Sulsel 2022 ini sudah terus diupayakan oleh KONI Sulsel, tetapi menurut Syahril masih terseret-seret karena kekurangan anggaran tersebut.
Baca Juga : Penjaringan Ketua KONI Gowa, Arifuddin Saeni Penuhi Syarat Pencalonan
"Kalau kesiapan sejak September yang lalu kita sudah siap, semua atlet Se Sulawesi Selatan sudah siap tampil cuman kendalanya itu tadi kita sebagai Penyelengara anggarannya minim," tandasnya.
Ia kembali membandingkan kepedulian olahraga di masa Syahrul Yasin Limpo memimpin KONI dan Gubernur Sulsel 2 periode. Menurutnya dijaman itu jauh lebih baik dan peduli prestasi keolahragaan.
Sebelumnya diberitakan Ketua KONISulsel mengatakan telah merogoh kocek pribadinya untuk penyelenggaraan Porprov Sulsel 2022 yang dikabarkan kekurangan anggaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

