Lagi, Korban Investasi Saham dari "Puput" Melapor ke Polisi, Kali ini Mahasiswa Merugi Belasan Juta  

Penulis : Reza Rivaldi
Ilustrasi. Foto: ist

Korban investasi saham dari seorang bernama Puput Hendra Wijaya alias Puput bertambah, sebelumnya pada April lalu, Puput juga dilaporkan oleh korban berinisial P.

 

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Nama Puput Hendra Wijaya alias Puput kembali dilaporkan atas kasus dugaan investasi bodong. Kali ini, laporan tersebut dilayangkan seorang mahasiswa di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), berinisial YB (21), dengan nilai kerugiaan belasan juta.

YB melaporkan dugaan investasi bodong yang dilakukan Puput tersebut di Satreskrim Polrestabes Makassar, pada Selasa (29/11/2022). YB melaporkan Puput dalam tindak pidana UU ITE, lantaran YB tergiur dengan postingan-postingan Puput Hendra Wijaya di sosial media.

Baca Juga : Sri Mulyani Usul Investasi Saham Diajarkan sejak SD, OJK dan BEI Siapkan Langkah Konkret

"Saya melaporkan terkait penipuan investasi, di Reskrim Polrestabes masuk ke UU ITE," kata YB saat menemui Portalmedia, Selasa malam.

YB menceritakan, awal mulanya ia terjerumus pada dugaan investasi berkedok saham tersebut sebab sudah mengenal terlapor Puput sudah sejak lama.

"Jadi Puput Hendra Wijaya ini kakak teman saya, teman saya ini sudah kenal sejak SMA jadi saya biasa juga ke rumahnya, jadi saya percaya," beber YB. 

Percaya Lantaran Keluarga Polisi

Baca Juga : Tak Terima Rekening Diblokir Polda Sulsel Atas Kasus Investasi Bodong, Pengacara Algopacks: Ciri-ciri Mafia Hukum

Kata YB, dirinya makin percaya lantaran latar belakang keluarga terlapor Puput Hendra Wijaya adalah dari Kepolisian. Ditambah lagi, postingan-postingan terlapor yang menjanjikan keuntungan besar.

"Yang kedua notabenenya latar belakang anak kepolisian, makanya saya percaya. Apalagi dengan status Instagramnya, keuntungan yang ditunjukkan, makanya saya lebih tergiur lagi," ungkapnya.

YB mengatakan, Ia memasukkan investasi saham sebesar Rp 16 juta rupiah pada Maret 2022 lalu. Duit itu kata dia adalah tabungannya selama kurang lebih tiga tahun dan berharap bisa berkembang guna membantu biaya perkuliahannya.

Baca Juga : Pemerintah dan DPR Sepakat Revisi Kedua UU ITE Dibawa ke Paripurna untuk Disahkan

"Saya dijanjikan keuntungan di bulan April 2022, sebulan kemudian, bulan April itu sempat dia kembalikan Rp 5 juta tapi selepas itu sudah tidak ada lagi sampai sekarang," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru