Pemilik Netflix, dari Bisnis Sewa DVD jadi Raja Streaming

ist

Dia mendirikan Netflix tahun 1997 dengan konsep sewa DVD via sistem online. Mekanismenya sederhanya, pengguna yang berlangganan bisa memilih DVD yang hendak di sewa melalui internet. Kemudian, Netflix akan mengirimkan DVD tersebut melalui jasa pengiriman pos.

PORTALMEDIA.ID – Reed Hastings, pendiri dan CEO Netflix, harus melewati jalan berliku untuk mencapai posisinya saat ini. Pria yang menurut Forbes memiliki kekayaan US$3,1 miliar (Rp 48,4 triliun) itu awalnya membangun bisnis rental DVD.

Dia mendirikan Netflix tahun 1997 dengan konsep sewa DVD via sistem online. Mekanismenya sederhanya, pengguna yang berlangganan bisa memilih DVD yang hendak di sewa melalui internet. Kemudian, Netflix akan mengirimkan DVD tersebut melalui jasa pengiriman pos.

Jika ditanya bagaimana ide awal Netflix berdiri, ada beberapa versi yang beredar. Hastings menjelaskan, ide Netflix berasal dari pengalaman pribadinya didenda ketika menyewa DVD "Apollo 13" di sebuah rental film Blockbuster. Kala itu, dendanya mencapai US$ 40 atau saat ini sekitar Rp 624 ribuan.

Baca Juga : Februari 2026 Dipenuhi Film Baru, Ini Daftar Tontonan yang Wajib Masuk Watchlist

Namun, hal ini dibantah rekan Hastings yang sama-sama mendirikan Netflix, Marc Randolph. Menurut dia, Hastings sengaja mendramatisir cerita soal denda tersebut agar lebih menarik di mata publik.

Randolph hengkang dari Netflix pada 2002, sebelum Netflix menjadi aplikasi video-on-demand seperti saat ini. Menurut dia, ide Netflix muncul sesimpel karena ia dan Hastings ingin membuat platform semacam Amazon.com, tetapi khusus untuk film dan serial televisi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru