0%
Kamis, 05 Januari 2023 07:13

Pemilik Netflix, dari Bisnis Sewa DVD jadi Raja Streaming

Editor : Redaksi
Pemilik Netflix, dari Bisnis Sewa DVD jadi Raja Streaming
ist

Dia mendirikan Netflix tahun 1997 dengan konsep sewa DVD via sistem online. Mekanismenya sederhanya, pengguna yang berlangganan bisa memilih DVD yang hendak di sewa melalui internet. Kemudian, Netflix akan mengirimkan DVD tersebut melalui jasa pengiriman pos.

Berbuah Manis

Berikutnya cerita bergulir seperti yang sudah diketahui semua. Netflix sukses besar dan memiliki ratusan ribu pelanggan. Perusahaan itu pernah mencoba menawarkan ke Blockbuster tahun 2000, namun ditolak.

Baca Juga : Februari 2026 Dipenuhi Film Baru, Ini Daftar Tontonan yang Wajib Masuk Watchlist

Tapi tak butuh waktu lama, lima tahun kemudian Netflix tumbuh kian berkembang. Kala itu pelanggananya mencapai 4,5 juta. Netflix berubah menjadi layanan streaming berbasis online tahun 2007. Pada 2010 atau tiga tahun berselang, perusahaan telah mengantongi 16 juta pelanggan.

Sementara itu bertahun-tahun kemudian, Netflix telah memiliki lebih dari 200 juta pelanggan. Tahun 2022 lalu sempat berjumlah 220,7 juta pelanggan, meski harus kalah dari pesaingnya Disney dengan 221,1 juta pelanggan.

Bukan hanya menyiarkan konten yang sudah ada, Netflix diketahui juga memproduksi konten original sendiri. Sejumlah serial dan film buatan Netflix itu juga ternyata sukses besar di berbagai negara, termasuk House of Cards, Money Heist, The Queens Gambit.

Baca Juga : Debut Kuat di Awal 2026, Can This Love Be Translated? Raup Sambutan Positif

Sebagai salah satu raksasa streaming saat ini, Netflix juga meraup sempat merasakan kenaikan saham hingga hampir 10.000% pada tahun 2015 dibandingkan saat IPO tahun 2002 lalu.

Kehidupan Sebelum Netflix

Hastings berasal dari Amerika Serikat (AS). Dia lahir di Boston, Massachusetts pada 8 Oktober 1960.

Baca Juga : Deretan Film Indonesia yang Tayang di Bioskop Sepanjang Januari 2026

Dia merupakan lulusan sarjana matematika di Bowdoin College. Semasa kuliah dia gabung mengelola klub untuk mahasiswa yang hobi memanjat gunung dan bermain kano.

Hastings menjadi sukarelawan Peace Corps setelah lulus. Di sana dia mengajar matematika di SMA di Swaziland dan mengatakan pengalamannya sebagai kombinasi bertualang dan pengabdian diri ke masyarakat.

Setelah itu, dia kembali ke AS dan melanjurkan pendirikan S2 di di bidang artificial intelligence di Stanford.

Baca Juga : Netflix Umumkan Rencana Akuisisi Warner Bros. Discovery, Industri Hiburan Global Bersiap Masuki Babak Baru

Tahun 1991, menjadi langkah pertamannya masuk ke dunia bisnis. Dia mendirikan Pure Software, yang menjual perangkat debugging bagi para teknisi komputer. Pendapatan perusahaannya ini naik berkali lipat setiap tahun, membuatnya naik pangkat menjadi CEO di perusahaan tersebut. Hingga akhirnya nasib membawanya sebagai pendiri Netflix pada 1997.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer