Pertama Selama 60 Tahun, Populasi China Menyusut

ist

Angka kelahiran tahun 2022 itu juga tercatat sebagai angka kelahiran terendah dalam sejarah China.

PORTALMEDIA.ID -- Populasi China menurun untuk pertama kalinya sejak tahun 1961 silam. Ini tercatat sebagai perubahan bersejarah yang diperkirakan akan menandai dimulainya periode panjang penurunan jumlah warga dan melihat India menjadi negara terpadat penduduknya di dunia tahun 2023 ini.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (17/1/2023), Biro Statistik Nasional China mengumumkan bahwa negara itu tercatat memiliki 1,41175 miliar penduduk pada akhir tahun 2022. Jumlah itu tercatat menurun jika dibandingkan setahun sebelumnya, dengan 1,41260 miliar penduduk.

Angka kelahiran di China tahun 2022 lalu tercatat mencapai 6,77 kelahiran per 1.000 orang. Angka itu juga tercatat menurun dibandingkan tahun 2021 dengan angka kelahiran 7,52 kelahiran per 1.000 orang.

Baca Juga : China Nilai Serangan AS ke Venezuela Langgar Hukum Internasional

Angka kelahiran tahun 2022 itu juga tercatat sebagai angka kelahiran terendah dalam sejarah China.

Kemudian untuk angka kematian, China melaporkan 7,37 kematian per 1.000 orang untuk tahun 2022 -- tercatat sebagai angka kematian tertinggi sejak tahun 1976. Angka kematian itu juga meningkat jika dibandingkan tahun 2021 dengan 7,18 kematian per 1.000 orang.

Sebagian besar penurunan demografi merupakan dampak dari kebijakan satu anak yang diberlakukan China antara tahun 1980 hingga tahun 2015, kemudian juga sangat tingginya biaya pendidikan yang membuat banyak warga China tidak memiliki lebih dari satu anak atau bahkan tidak memiliki anak sama sekali.

Baca Juga : Beijing-Tokyo Memanas, 500 Ribu Tiket Penerbangan China ke Jepang Dibatalkan!

Sementara menurut para pakar populasi, kebijakan nol-COVID yang diberlakukan secara ketat oleh China selama tiga tahun terakhir -- sebelum dicabut usai ada unjuk rasa besar-besaran -- juga memicu kerusakan pada prospek demografi yang suram di negara tersebut.

Pemerintah China, sejak tahun 2021, telah meluncurkan langkah-langkah untuk mendorong warga memiliki lebih banyak anak, termasuk dengan pengurangan pajak, cuti kehamilan yang lebih panjang dan subsidi perumahan.

Namun diperkirakan langkah-langkah itu tidak akan menghentikan tren jangka panjang yang muncul.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru