Bisnis Mulai Bergairah, PHRI Sulsel Sebut Sektor Perhotelan Kembali Was-was

Ketua PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga/INT

Kondisi paling buruk adalah sejumlah kegiatan-kegiatan yang sudah terjadwal akan kembali dibatalkan.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR-Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia(PHRI) Sulsel, Anggiat Sinaga mengaku pelaku industri hotel di Sulsel kembali dirundung rasa was-was. Seiring peningkatan jumlah kasus Covid-19 di Ibu Kota Jakarta saat ini.

Kondisi tersebut kata dia bisa menyebakan bisnis kembali goyang, setelah bisnis perhotelan mulai bergairah dan menunukkan peningkatan okupansi." Kita tetap siaga, karena saat ini mulai stagnasi lagi mengingat Jakarta lagi naik jumlah orang yang terpapar,"pungkasnya.

Jika kondisi ini terus berangsur, maka dampak paling buruk adalah sejumlah kegiatan-kegiatan yang sudah terjadwal akan kembali dibatalkan.

Baca Juga : Pemprov Sulsel dan BPS Perkuat Sinergi Pemanfaatan Data untuk Pembangunan Daerah

"Terbukti sudah mulai terjadi kegiatan yang harus digelar di bulan Juli dan Agustus mereka menunda sementara waktu tapi belum jelas kepastiannya,"katanya. Anggiat berharap pengerakan Covid-19 tidak lagi membuat keadaanya seperti awal ditengah pertumbuhan ekonomi yang positif.

Padahal kata dia tingkat hunian sejumlah hotel di Sulsel saat ini mulai bergerak. Meski dua tahun dibuat oleng dan tidak sedikit perusahaan yang memutus pekerjanya.

"Kita akui kemarin cukup berat, banyak karyawan hotel di PHK. Walau begitu tetap masih bisa survive,"tutur Manager Hotel Claro itu, Rabu 27 Juli 2022 lalu melalui sambungan telpon.

Baca Juga : Pengembangan Industri Perhotelan, PHRI Sulsel Minta Dukungan Pemerintah

Sejumlah strategi ditempuh pelalu industri hotel agar bisa bertahan di tengah ekonomi yang belum pulih betul. Apalagi kata dia kasus Covid-19 tidak menentu, kadang melandai tiba-tiba meningkat lagi.

Misalnya, perhotelan harus bisa menyasar potensi pasar lokal dan memperkuat sosial event untuk membantu ketahanan perusahaan dalam menghadapi Covid-19 yang berlum berakhir tuntas.

"Tapi harus lihat kondisi saat ini sudah bisa buka normal sambil kendalikan biaya operasional untuk tetap bisa bertahan,"katanya

Baca Juga : Data BPS Jumlah Penduduk Miskin di Sulsel Alami Penurunan Signifikan

Anggiat menyebut dari 325 hotel yang ada di Makassar dengan jumlah 14.820 kapasitas kamar, hampir seluruh sudah mulai buka dan beroperasi kecuali dua hotel bintang 3 yakni Hotel Singgasana dan Pantau Gapura.

"Saat ini hampir semua sudah buka. Di Makassar hanya 2 belum buka seperti Singgasana dan Pantai Gapura,"katanya.


Even Nasional Ajang Tarik Wisatawan

Baca Juga : Inflasi Sulsel Terkendali di Bawah Nasional

Even nasional yang digelar pemerintah menjadi angin segar untuk menarik para wisatawan luar negeri maupun lokal untuk berkunjung ke Sulsel. Hal ini menjadi peluang besar bagi industri hotel

"Perekonmian sudah lebih baik kita optimis tingkat huni kedepan bs di rata-rata 45-58 persen yang sebelumnya sangat anjlok saat pandemi merebak,"kata Anggiat.

Apalagi, kata dia, Kalender of Even Nasional Sulsel telah diluncurkan. Harapannya melalui even tersebut arus kunjungan semakin lebih banyak, terlebih sejumlah maskapai penerbangan sudah mulai menambah rutenya.

Baca Juga : BPS Catat Inflasi Sulsel di Bulan Agustus 1,77 Persen

Masih Anggiat, hotel berbintang dan non bintang di Makassar, kata dia sudah siap menyambut event lokal, nasional maupun internasional.

"Tidak ada persiapan khusus karena secara kompetensi SDM, jumlah hotel serta fasilitas lebih dari cukup untuk menerima kegiatan sekala nasional maupun internasional," jelasnya.

Di PHRI, pihaknya juga selalu mengimbau para pengelola hotel untuk senantiasa selalu menyajikan menu-menu lokal dan jajanan khas Sulsel. Seperti Konro, Pallu basa, Pisang Epe, Pisang Ijo, dan lainnya.


Jumlah Wisman ke Sulsel Ikut Meningkat

Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI) bersiap menyambut wisatawan setelah pengetatan dan pembatasan kegiatan Pendemi Covid-19 dilonggarkan. Hotel di Sulsel juga bersiap menjamu tamu seiring pertumbuhan ekonomi yang sudah lebih baik.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Suntono menyebutkan ekonomi Sulsel pada triwulan I-2022 mengalami pertumbuhan sebesar 4,27 persen (y-on-y). Hal ini karena geliat ekonomi yang semakin positif.

Sementara terkait dengan tingkat kunjungan, BPS Sulsel mencatat pada periode Mei setidaknya terdapat 364 kunjungan wisman ke Sulsel. Hal itu mengalami peningkatan 121,95 persen dibanding April 2022 yang hanya 164 kunjungan.

Hal serupa ditunjukkan pada Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Sulsel pada Mei naik 12,14 poin dibandingkan dengan TPK pada April yaitu dari 34,84 persen pada April menjadi 46,98 persen pada Mei.

"Bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya mencapai 30,29 persen, TPK hotel Klasifikasi bintang pada periode ini naik 16,69 poin," terangnya.

Kemudian untuk rata-rata lama menginap tamu asing dan domestik pada hotel klasifikasi bintang di Sulsel selama Mei masing-masing adalah 2,16 hari dan 1,44 hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru