PORTALMEDIA.ID -- Pelaksanaan haji tahun 2022 hampir usai, sekitar 50 persen jemaah haji asal Indonesia juga sudah meninggalkan tanah suci pulang ke tanah air, sejak akhir Juli ini.
“Insya Allah pemulangan terus berlanjut, hari ini memasuki 50 persen. Kita ingin mengawal pemulangan sampai tidak ada kendala lagi baik keterlambatan ataupun kita antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Hilman Latiefdi Kantor Urusan Haji (KUH), Jeddah, Arab Saudi, dilansir situs Kemenag, Minggu (31/7/2022).
Dalam evaluasi yang diikuti seluruh pimpinan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, ini, juga dilakukan beberapa simulasi terkait masalah yang timbul saat proses pemulangan.
Baca Juga : Cuaca Panas dan Beban Pesawat, Kadaker Bandara Imbau Jemaah Tertib Barang Bawaan
“Kita ingin mengawal pemulangan. Juga ada simulasi andaikan ada keterlambatan pesawat, baik pengaturan tas, bus, hingga koper jemaah,” ujar Hilman.
Jika ada keterlambatan pesawat misalnya, maka maskapai harus menanggungnya.
“Keterlambatan kita komunikasikan dan kita sampaikan konsekuensinya. Kalau berkonsekuensi tambah masa tinggal jemaah kita sampaikan karena itu ada dalam kontrak,” kata dia.
Baca Juga : Catat! Barang Ini Dilarang Masuk Koper Bagasi Jemaah
Hilman lantas mencontohkan adanya keterlambatan satu maskapai yang lantas harus mencarikan penginapan dan memberikan makan bagi jemaah.
“Kita sebenarnya tidak ingin fokus di penggantian, tapi bagaimana ini tidak ada keterlambatan. Karena di Indonesia juga kasihan keluarga sudah menjemput kadang juga menginap,” kata Hilman.
Dalam rapat evaluasi ini juga dibahas tentang jatah air zamzam bagi jemaah. Kementerian Agama akan segera mengusulkan penambahan jatah air zamzam bagi jemaah menjadi 10 liter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News