0%
Minggu, 27 Agustus 2023 12:04

Pria di Makassar Tewas di Kantor Pembiayaan saat Protes Kendaraannya Ditarik

Penulis : Aldy
Editor : Rahma
Ilustrasi/Int
Ilustrasi/Int

Ada sejumlah luka di tubuh ayahnya saat melihat jasad korban

PORTAL MEDIA. ID, MAKASSAR- Tidak terima kendaraannya ditarik oleh pembiayaan, seorang pria parubaya bernama Natsir di Kota Makassar, dikabarkan meregang nyawa saat melakukan protes.

Pria 69 tahun itu sempat tidak sadarkan diri saat tengah berada di lantai 2 kantor pembiayaan, hingga kemudian dinyatakan meninggal saat berada di salah satu kantor pembiayaan yang terletak di Jalan Topas, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulsel, pada Sabtu (26/8/2023).

Anak Natsir yakni Niar (36) mengaku ada sejumlah luka di tubuh ayahnya saat melihat jasad korban. Namun Niar belum bisa memastikan luka tersebut disebabkan oleh apa.

Baca Juga : Adira Kelola Piutang Pembiayaan Mencapai Rp58 Triliun

"Yang saya (lihat) telinga dengan leher. Tidak tahu kalau lebam, tapi lain-lain saya lihat. Ada kayak warna hitam kayaknya telinga kiri sama kanan beda warnanya," ungkap Niar saat ditemui awak media di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Makassar, Sabtu kemarin.

Niar menceritakan bahwa informasi tewasnya sang ayah didapatkan pertama kali saat dihubungi oleh pihak kepolisian. Saat itu kata Niar, polisi menyebut sang ayah tewas lantaran terjatuh.

"Saya tidak tau bagaimana jatuhnya, meninggal karena apa. Makanya kami minta CCTV itu diamankan. Di sana sudah digaris polisi," katanya.

Baca Juga : SMF Telah Salurkan Rp103,75 Triliun Sejak 2005

Niar menyebut bahwa selama ini memang sang ayah juga menderita penyakit sesak nafas. Namun, sang ayah tetap melakukan aktivitas seperti biasa.

"Bapak saya memang sakit, tapi akhir-akhir ini baik, karena kemarin dia bonceng saya. Saya tidak dapat informasi (penyebab kematian) karena yang disana juga tidak ada yang mau bilang, alasannya disana itupun polisi yang bilang jatuh," bebernya.

Sementara, Kapolsek Panakkukang Kompol Joko Pamungkas membenarkan perihal peristiwa itu. Kata dia, pihaknya pertama kali menerima laporan sekitar pukul 15:30 Wita.

Baca Juga : OJK Dukung Langkah Penyelesaian Pembiayaan Bermasalah LPEI

"Setelah dicek di lokasi kita melakukan pertolongan dengan membawa ke RS terdekat. Sesampainya di RS dinyatakan oleh pihak dokter bahwa meninggal dunia," ucap Joko.

Untuk saat ini kata Joko, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kematian Natsir. Pihaknya juga telah memasang garis pembatas atau police line di kantor pembiayaan tersebut.

"Kita akan memanggil para saksi yang ada di TKP, di mintai keterangan. Kita juga sudah melakukan olah TKP dan mengumpulkan barang bukti. Yang disana kita amankan mulai dari lokasinya, dan alat bukti lain," jelas Joko.

Baca Juga : WOM Finance Proyeksikan Penyaluran Pembiayaan Baru Meningkat

Joko menjelaskan bahwa kedatangan Natsir di kantor pembiayaan itu untuk melakukan klarifikasi usai kendaraan roda dua miliknya ditarik oleh pihak pembiayaan lantaran menunggak angsuran selama kurang lebih tujuh bulan.

Dari informasi, saat berada di kantor pembiayaan tersebut, Natsir sempat berdebat keras dengan karyawan kantor pembiayaan. Hingga akhirnya tersungkur tak sadarkan diri.

"Korban ada disana untuk masalah penyelesaian kendaraan roda dua, dia mau konfirmasi ke pihak pembiayaan terkait dengan angsuran kendaraannya. Informasi dia sendiri kesana," ucap perwira polisi berpangkat satu bunga melati itu.

Baca Juga : Pembiayaan Anggaran Hingga Januari 2024 Masih On Track

Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan beberapa obat-obatan medis yang dibawa Natsir. Berdasarkan informasi polisi, obat tersebut merupakan obat penyakit jantung.

"Ditemukan juga beberapa obat yang dibawa oleh korban saat itu. Itu obat jantung berdasarkan keterangan pihak RS," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer