PORTALMEDIA.ID, DEPOK - Warga Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat, dihebohkan dengan penemuan paket sembako bantuan Presiden yang diduga ditimbun. Bantuan sosial ini diketahui bekerja sama dengan salah satu perusahaan ekspedisi, JNE.
Pihak perusahaan ekspedisi JNE angkat suara terkait penemuan paket sembako bantuan Presiden (Banpres) yang diduga ditimbun di sebuah lahan kosong tersebut.
VP of Marketing JNE, Eri Palgunadi, tak menampik pemendaman paket Banpres berada di Depok. Ia mengatakan jika pemendaman itu sudah sesuai SOP, serta memastikan tidak melakukan pelanggaran.
Baca Juga : JNE Rayakan HUT ke-35 dengan Harbokir Gratis Ongkir Nasional dan Program Apresiasi Pelanggan
“Sudah melalui proses standar operasional penanganan barang yang rusak sesuai dengan perjanjian kerja sama yang telah disepakati dari kedua belah pihak,” ujar Eri melalui keterangan resminya, dikutip dari kumparan, Minggu (31/7/2022).
Eri mengungkapkan, JNE berusaha memberikan komitmen mengikuti prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku. JNE telah memastikan tidak melakukan pelanggaran dan klarifikasi yang diberikan dapat bermanfaat dan mencegah kesalahpahaman.
“Pentingnya klarifikasi ini dan juga merupakan hak jawab kami, serta mencegah kesalahpahaman,” ungkap Eri.
Baca Juga : Mensos Ungkap 571.410 Rekening Bansos Terindikasi untuk Judi Online
Sementara itu, ahli waris dari pemilik lahan seluas 6.000 meter itu mengklaim dirinya merupakan orang yang pertama kali menemukan paket bantuan Presiden ini.
Rudi Samin, selaku ahli waris lahan tersebut mengatakan, penemuan paket sembako ini berawal dari informasi rekannya yang bekerja di perusahaan ekspedisi.
"Kami mengerahkan bechoe untuk melakukan penggalian untuk kebenaran adanya pemendaman Bansos Banpres" ujar Rudi, Minggu (31/7/2022).
Baca Juga : Menaker Terbitkan Aturan Baru, BSU Rp600 Ribu Mulai Cair Juni 2025
Rudi menjelaskan, penggalian dilakukan selama tiga hari. Lalu pada Jumat (29/7), ditemukan adanya dugaan bantuan Presiden dengan kedalaman tiga meter. Dengan menggunakan alat berat, didapati sejumlah paket sembako seperti beras 20 kilogram, telur hingga terigu.
"Informasinya satu kontainer atau truk besar memendam paket Banpres di tanah saya tanpa izin," jelas Rudi.
Menurut dia, penemuan paket sembako ini juga disaksikan langsung pihak Kepolisian dan Staf Kepresidenan. Ia menyebut, dari informasi yang didapat, paket sembako itu akan dikirim ke wilayah luar pulau Jawa seperti Sumatera hingga NTT.
Baca Juga : Pemerintah Gunakan Data Baru untuk Penyaluran Bantuan Sosial Mulai April 2025
"Sangat disayangkan saat warga kesusahan ini malah dipendam, kalau memang rusak seharusnya dilakukan penggantian atau ada berita acaranya," tuturnya.
Terpisah, Kapolsek Sukmajaya, Kompol Muhammad Melta Mubarak, mengatakan kasus temuan paket sembako ini sedang ditangani Polres Metro Kota Depok. "Kasusnya sudah ditangani Polres Metro Depok," singkat Mubarak.
Sementara itu, Camat Sukmajaya, Ferry Birowo, mengaku terkejut adanya penemuan bansos Banpres di wilayahnya. Berdasarkan pantauannya, lokasi pemendaman Banpres beberapa tahun lalu digunakan untuk lahan parkir kendaraan ekspedisi JNE.
Baca Juga : Berikut Enam Bansos yang Bakal Cair pada 2025
Ferry juga mengatakan, lokasi tersebut tidak ada kegiatan yang mencolok. "Lurah hampir setiap hari lewat situ, makanya kaget juga, harusnya kan masyarakat lihat kalau ada bechoe," ucapnya.
Ferry menambahkan, informasi yang didapat temuan pemendaman Banpres sudah mendapatkan penanganan dari pihak Kepolisian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News