0%
Selasa, 17 Oktober 2023 14:29

Cerita Wanita Barkali-kali Diperkosa Oknum Polisi: Dilakukan di Kediaman Wadir Polda Sulsel

Penulis : Aldy
Editor : Rahma
Ilustrasi/Int
Ilustrasi/Int

RM bahkan menyebut, aksi pemerkosaan yang dilakukan Bripda FA itu terjadi hingga 10 kali.

PORTALMEDIA.ID,MAKASSAR- Wanita berinisial RM, korban pemerkosaan yang dilakukan oleh salah seorang oknum polisi di lingkup Polda Sulsel menceritakan peristiwa pahit yang dialaminya akibat perlakuan dari mantan pacar.

Bripda FA yang merupakan mantan kekasih RM saat masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) telah menggaulinya hingga berkali-kali, akibat peristiwa yang dialaminya itu, RM mengaku mengalami trauma berat.

RM bahkan menyebut, aksi pemerkosaan yang dilakukan Bripda FA itu terjadi hingga 10 kali. Bahkan hingga RM diduga hamil lalu diberikan obat untuk aborsi.

Baca Juga : Polda Sulsel Kirim 10 Ton Ikan Kering untuk Korban Bencana di Aceh

"Iya kurang lebih 10 kali, terakhir tanggal 28 Juni, terus dia kasih minum saya obat yang dia sebut pil aborsi, sempat saya telat datang bulan sekitar satu bulan lebih terus saya sudah jarang bertemu pada bulan Mei bulan Juni terus saya berkeluh kesah sama dia setelah dia kasih saya itu obat, karena saya teratur kalau halangan," ucapnya.

Tak hanya itu, RM pun mengaku Bripda FA sempat melakukan pemerkosaan terhadap RM dikediaman salah satu pejabat di lingkup Polda Sulsel. Aksi bejat Bripda FA masih dengan modus yang sama yakni mengajak RM bertemu lalu menghapus video tak senonoh RM.

"Kalau di rumah Wadir itu tanggal 16-17 Maret, dia juga lakukan begitu, dia bilang mau diberikan kesempatan untuk hapus itu video. Jadi harapan saya setelah saya temani dia di rumah Wadir dia hapus itu video. Itu pun kesepakatannya hanya ditemani acara barbeque saja, tidak ada kesepakatan untuk berhubungan badan tapi ternyata dia tetap memaksa untuk berhubungan," beber RM.

Baca Juga : Polda Sulsel Turunkan Anjing Pelacak K-9 Percepat Pencarian Korban Pesawat ATR 42-500 di Bulusaraung

Disitu, Bripda FA pun terus melakukan teror agar RM tidak buka suara ihwal peristiwa itu. Hingga RM mengalami trauma atas kelakuan Bripda FA.

"Bahkan dia kirimkan video aib saya tersebut dengan tujuan agar saya tidak berbicara dengan keluarga saya dan menurut saya itu ancaman, saya tidak tahan dengan rasa trauma yang saya pendam beberapa lama sakit," ungkapnya.

Sempat Menjauh dan Diteror

Baca Juga : Identifikasi Korban Pesawat ATR 400, Polda Sulsel Siapkan Tim DVI

RM mengaku mengenal FA sejak tahun 2015, kala itu Bripda Fa merupakan teman satu sekolahnya dan menjalani hubungan sebagai sepasang kekasih.

"Saya kenal sejak 2015 karena teman sekolah waktu SMA dan pernah pacaran tahun 2016 sampai 2019 kemudian sempat balikan 2020 sampai Agustus 2022," jelas RM saat dikonfirmasi Senin (16/10/2023) malam.

Sejak itu, RM pun memilih untuk menjauhi Bripda FA, bahkan semua media sosial dan kontak Bripda FA diblokir oleh RM.

Baca Juga : Perkuat Sinergi Aparat dan Warga, Wali Kota Makassar Sambut Program FKPM Ditbinmas Polda Sulsel

"Karena rasa sakit dan trauma yang dia berikan kepada saya maka semenjak waktu itu saya memilih untuk menjauh dari dia. Saya blokir semua kontak dan sosial medianya," ucapnya.

Meski telah di blokir oleh RM, Bripda FA rupanya terus berupaya mencari keberadaan RM melalui rekan dan kerabat RM.

"November 2022, waktu pindah kos dia hubungi lagi sepupu saya, tanyakan keberadaan saya. Di situ saya berbicara dengan dia. Disitu dia bilang mau ketemu untuk menghapus video aib saya, saya bertanya apa maksudnya? dia bilang, suruh saya liat secara langsung dan kalau mau hapus katanya saya sendiri yang harus hapus," kata RM.

Baca Juga : Polda Sulsel Kerahkan 100 Personel Brimob Dalam Misi Kemanusiaan Penanganan Bencana Sumatera

Tak sampai disitu, RM rupanya terus mendapatkan teror dari Bripda FA agar mau bertemu guna menghapus video tak senonoh RM yang disimpan oleh Bripda FA.

"13 Februari 2023 dia menghubungi lagi teman saya, disitu dia meminta saya lagi untuk berbicara dengan hal yang sama untuk hapus video itu. Tapi saya tidak percaya dengan video itu, makanya dia minta untuk buka blokirnya untuk dia kirimkan video tersebut," jelas RM.

"Mulai dari itu, dia minta terus untuk ketemu tujuannya itu untuk minta saya sendiri hapus itu video. Saya tidak mau bertemu dengan dia kalau berdua saja," sambungnya.

Hingga pada Maret 2023, Bripda FA pun mengajak RM bertemu di acara temu alumni sekolah mereka. Disitu, RM mengikuti kemauan Bripda FA untuk bertemu lantaran bisa mengambil kesempatan menghapus video itu.

Namun, saat itu RM malah dipaksa untuk memuaskan nafsu birahi Bripda FA. Kala itu, Bripda FA masuk secara diam-diam ke kamar indekos RM dan langsung memegang tangan RM lalu mendorongnya ke tembok hingga RM tak berdaya.

Hingga pada Juli 2023, RM memberanikan diri untuk memberi taukan kisah pilunya ke orang tuanya.

"Sampai akhir Juli saya beritahu dia, akan melaporkan ke Polda tapi dia tetap kirim video itu ke saya. Menurut saya itu sebagai ancaman agar saya tidak melapor. Saya tidak tahan dan saya memberi tahukan orang tua saya dan akhirnya orangtua saya membawa kasus ini ke jalur hukum melaporkan ke Polda," tandasnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar